EKONOMI

DoorDash Rencana Beli Instacart Senilai Rp272 Triliun

DoorDash Rencana Beli Instacart Senilai Rp272 Triliun

Layanan pesan-antar makanan asal Amerika Serikat, DoorDash, mengumumkan rencana untuk mengakuisisi perusahaan pengantaran bahan makanan Instacart dalam kesepakatan senilai 17 miliar dolar AS. Langkah strategis ini diumumkan oleh pihak DoorDash pada hari Kamis.

Rencana Integrasi dan Layanan

Menurut Tony Xu selaku salah satu pendiri sekaligus Kepala Eksekutif DoorDash melalui siaran pers, pengantaran bahan makanan secara daring merupakan salah satu hal yang paling sulit untuk dijalankan dengan sempurna. Ia menyebutkan bahwa Instacart telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mempelajari cara memilih produk segar dengan baik, sementara DoorDash membangun jaringan pengantaran dan teknologi yang diandalkan oleh toko-toko lokal setiap hari. Melalui penggabungan ini, kedua perusahaan berencana untuk memberikan perangkat yang lebih baik bagi toko dari berbagai ukuran serta membuka potensi penuh dari pengantaran bahan makanan.

DoorDash menyatakan bahwa setelah transaksi tersebut selesai, kedua layanan pengantaran ini akan tetap beroperasi pada platform yang terpisah dan nama Instacart akan dipertahankan. Bagi para pelanggan yang berlangganan DashPass serta Instacart Plus, mereka nantinya hanya perlu membayar satu biaya keanggotaan untuk mendapatkan berbagai keuntungan dari kedua platform tersebut. Apabila seluruh proses ini berjalan lancar, kesepakatan tersebut diperkirakan baru akan rampung paling cepat pada akhir tahun 2027.

Penyelesaian Kasus Hukum

Sebelum rencana akuisisi ini diumumkan, Departemen Perlindungan Konsumen dan Pekerja Kota New York pada awal tahun 2026 sempat menuduh DoorDash bersama pesaingnya, Uber Eats, gagal membayar para kurir pengantaran secara adil. Pada bulan September, DoorDash mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan penyelesaian senilai 131,5 juta dolar AS terkait masalah tersebut. Melalui sebuah pernyataan, pihak perusahaan mengakui kesalahan mereka yang menyebabkan sebagian kurir menerima bayaran yang tidak sesuai atau terlambat, meskipun kesalahan tersebut tidak disengaja.

Mungkin Anda Suka