General Motors (GM) sepakat membayar USD220 juta untuk menyelesaikan tuduhan bahwa mereka secara ilegal menjual informasi pengemudi dan lokasi kepada para broker data. Perjanjian tersebut menyelesaikan pengaduan dari koalisi yang terdiri dari 36 jaksa agung di Amerika Serikat, serta mewajibkan GM membatasi pengumpulan data berkendara dan mendapatkan persetujuan tegas dari pengemudi sebelum mengumpulkan informasi mereka.
Program Smart Driver yang Berakhir
Tuduhan tersebut berpusat pada program Smart Driver milik GM yang kini sudah dihentikan, di mana program ini mengumpulkan data tentang kebiasaan mengemudi termasuk akselerasi, pengereman, dan panjang perjalanan. GM diduga meneruskan informasi ini kepada para broker data sehingga memungkinkan perusahaan asuransi membeli data tersebut dan menaikkan premi para pengemudi.
Negara bagian juga menuduh GM gagal memberi tahu pengemudi bahwa mereka terdaftar di dalam program Smart Driver dan bahwa produsen mobil tersebut sedang mengumpulkan data mereka. Kesepakatan ini terjadi hanya beberapa bulan setelah GM sepakat membayar USD12,75 juta untuk menyelesaikan klaim serupa di California. Kasus koalisi negara bagian terhadap GM ini dipimpin bersama oleh Jaksa Agung Oregon Dan Rayfield dan Jaksa Agung Washington Nick Brown, serta melibatkan New York, Florida, Michigan, Nevada, Pennsylvania, dan banyak wilayah lainnya.
Tanggapan General Motors
Juru bicara GM Charlotte McCoy menyatakan lewat pernyataan melalui surel kepada The Verge bahwa kesepakatan itu membahas Smart Driver yang merupakan produk yang mereka akhiri pada tahun 2024, sekaligus memperkuat langkah-langkah yang telah mereka ambil untuk memperketat praktik privasi. Ia menambahkan bahwa pengalaman berkendara yang lebih aman, membantu, dan personal dimungkinkan oleh data kendaraan terhubung, dan GM berkomitmen untuk bersikap transparan mengenai informasi yang digunakan, cara perlindungannya, serta pilihan yang dimiliki pelanggan terkait apa yang mereka bagikan.
Jaksa Agung Oregon Dan Rayfield menyatakan dalam siaran pers bahwa orang-orang membeli mobil dan bukan perangkat pelacak. Ia menyebutkan bahwa GM memberi tahu para pengemudi bahwa program tersebut akan membantu mereka berkendara dengan lebih aman dan berjanji tidak akan membagikan data mereka kepada perusahaan asuransi tanpa izin, namun penyelidikan menemukan GM tetap menjual data tersebut sehingga sebagian pengemudi harus membayarnya lewat kenaikan premi asuransi.







