UMUM

Astronom Temukan Planet Kerdil Baru Tersembunyi di Balik Pluto

Astronom Temukan Planet Kerdil Baru Tersembunyi di Balik Pluto
Daftar Isi
  1. Penemuan Planet Kerdil 2026 ED138
  2. Faktor Penyebab Objek Sulit Ditemukan
  3. Peran Observatorium Vera C. Rubin

Para astronom menemukan petunjuk kuat keberadaan benda langit yang kemungkinan besar merupakan planet kerdil baru yang mengorbit di wilayah Tata Surya terjauh, melampaui Pluto, dikutip Kamis (29/10/2026).

Penemuan Planet Kerdil 2026 ED138

Planet kerdil baru ini ditemukan oleh observatorium Vera C. Rubin dengan perkiraan diameter antara 600 sampai 1.500 kilometer. Para ilmuwan memberikan nama objek tersebut sebagai 2026 ED138. Benda langit ini terdeteksi di wilayah Sabuk Kuiper, kawasan penuh benda-benda beku yang terletak di luar orbit Neptunus, tempat Pluto dan sejumlah planet kerdil lainnya berada. Lokasi benda ini berada di antara Matahari dan Pluto, namun selama ini belum pernah terdeteksi.

Astrofisikawan Matthew Holman dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics mengungkapkan rasa terkejutnya atas temuan ini seperti dilaporkan CNBC Indonesia. “Reaksi pertama saya adalah tak percaya. Objek seperti ini sangat jarang, saya langsung mengecek apa saya melakukan kesalahan,” ujar Matthew.

Faktor Penyebab Objek Sulit Ditemukan

Menurut Science Alert, terdapat beberapa faktor yang membuat planet tersebut tidak pernah ditemukan sebelumnya. Jarak yang sangat jauh dari Matahari membuat objek itu sangat sedikit memantulkan sinar. Deteksi dengan menggunakan sinar inframerah juga sangat sulit dilakukan akibat suhu yang sangat dingin.

Selain itu, posisi objek yang terus berubah membuat benda tersebut tidak bisa terdeteksi kecuali teleskop diarahkan pada waktu yang tepat ke arah yang tepat. Orbit objek yang berada di luar Neptunus juga bergerak dalam sudut yang aneh dan tidak dalam lingkaran datar seperti planet-planet lain di Tata Surya.

Peran Observatorium Vera C. Rubin

Observatorium Vera C. Rubin mampu menangkap planet tersembunyi ini karena dilengkapi dengan kamera digital yang dirancang khusus untuk pengamatan astronomi. Kamera tersebut terus-menerus menangkap objek di langit bagian selatan yang sebelumnya tidak terdeteksi. Pengamatan awal menunjukkan karakteristik benda ini mengarah pada status sebagai planet kerdil, meskipun pengukuran lanjut masih diperlukan untuk memastikan ukuran, bentuk, dan jalur orbitnya secara akurat.

Jika dikonfirmasi, penemuan ini akan menambah daftar anggota keluarga planet kerdil yang sudah diketahui seperti Pluto, Eris, Haumea, Makemake, dan Ceres. Temuan ini juga membantu para ilmuwan memahami cara Tata Surya terbentuk dan berkembang, serta apa saja yang tersimpan di bagian terluarnya yang masih belum banyak dipetakan secara menyeluruh. Saat ini, para peneliti masih memantau pergerakan benda tersebut untuk memastikan apakah jalur orbitnya stabil dan sepenuhnya berada di wilayah luar Neptunus, seberapa besar ukurannya, serta apakah ada benda serupa lainnya yang belum terlihat di sekitarnya.

Mungkin Anda Suka