Daftar Isi
Kepercayaan masyarakat dunia terhadap sains dan ilmuwan dilaporkan terus mengalami penurunan semenjak pandemi Covid-19. Berdasarkan laporan Wellcome Global Monitor 2026, proporsi warga global yang memercayai sains berada di angka 72 persen pada 2025, menyusut dibandingkan 80 persen pada 2020 serta 77 persen pada survei awal tahun 2018.
Tren Penurunan Kepercayaan Global
Sebaliknya, persentase masyarakat yang ragu atau tidak percaya pada sains menunjukkan peningkatan. Pada 2025, sebanyak 19 persen responden menyatakan kurang atau tidak percaya sama sekali terhadap ilmu pengetahuan. Angka tersebut meningkat dari 13 persen pada riset tahun 2018 dan 2020.
Riset ini dilaksanakan sepanjang 2025 sebagai bagian dari Gallup World Poll yang melibatkan lebih dari 140.000 responden di 140 negara. Pengumpulan data dilakukan lewat wawancara tatap muka, sambungan telepon, serta media daring. Peneliti menggabungkan berbagai indikator sosial-ekonomi seperti tingkat pendidikan, pendapatan, status pekerjaan, kesejahteraan, hingga ketimpangan sosial guna mengkaji faktor yang memengaruhi pandangan publik.
Peringkat Kepercayaan Sains dan Posisi Indonesia
Laporan tersebut mencatat daftar negara berdasarkan persentase responden yang menyatakan sangat percaya terhadap sains. Spanyol berada di urutan teratas dengan 67,9 persen, disusul Finlandia sebesar 65,9 persen. Dua negara Asia Tengah, yaitu Uzbekistan (63,8 persen) dan Tajikistan (60,7 persen), berada di posisi berikutnya dan mengungguli negara dengan industri riset maju seperti Amerika Serikat (52,5 persen di peringkat ke-13), Inggris (51,2 persen di peringkat ke-14), dan Prancis (50,2 persen di peringkat ke-16).
Di sisi lain, beberapa negara dengan tingkat kepercayaan terendah mencakup Togo (5,8 persen), Makedonia Utara (8,2 persen), Somalia (9,1 persen), Georgia (9,1 persen), Pakistan (9,3 persen), Jamaika (10,2 persen), Moldova (10,4 persen), Albania (10,8 persen), Mauritius (11,7 persen), serta Gambia (12,2 persen).
Indonesia menempati urutan ke-89 dari 140 negara. Posisi ini berada di bawah sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara, seperti Filipina (37,6 persen), Singapura (32 persen), dan Vietnam (31,7 persen). Meski begitu, tingkat kepercayaan di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan Malaysia (18,7 persen), Kamboja (18,4 persen), dan Thailand (13,2 persen). Data ini khusus mengukur kelompok responden yang memilih opsi sangat percaya.
Faktor Ekonomi dan Literasi Ilmiah
Meskipun negara-negara dengan sistem pendidikan dan inovasi kuat seperti Finlandia, Jerman, dan Swedia masuk dalam jajaran 10 besar, hasil survei menunjukkan bahwa kemajuan ekonomi tidak selalu berbanding lurus dengan tinggi rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap sains. Keberhasilan Uzbekistan dan Tajikistan melampaui sejumlah negara maju menandakan adanya dinamika lain di luar kapasitas penelitian maupun tingkat pembangunan ekonomi.
Tim peneliti dari Wellcome menjelaskan bahwa mereka tidak menemukan bukti kuat mengenai adanya hubungan yang konsisten antara tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sains dan tingkat literasi ilmiah yang dimiliki.








