Ledakan pembangunan pusat data untuk menopang kecerdasan buatan di Texas, Amerika Serikat, memicu peringatan soal polusi udara yang parah. Berdasarkan studi Houston Advanced Research Center, lonjakan kebutuhan listrik fasilitas tersebut diperkirakan dapat menghapus sebagian kemajuan pengurangan emisi yang dicapai Texas selama dua dekade terakhir.
Dampak Peningkatan Emisi
Fasilitas pusat data saat ini tersebar di berbagai wilayah seperti Abilene, Dallas-Fort Worth, San Antonio, Austin, hingga Texas Barat, termasuk proyek yang melibatkan Google, Microsoft, Amazon, dan Oracle. Ekspansi ini meningkatkan kebutuhan listrik dan berisiko memperburuk polusi udara, terutama ketika pasokan energi masih bergantung pada bahan bakar fosil.
Wakil Presiden Solusi Energi, Udara, dan Digital HARC sekaligus salah satu penulis studi, Carlos Gamarra, menyatakan kepada CBS News bahwa dampak lingkungan sangat bergantung pada sumber energi yang digunakan. Melalui proyeksi emisi berdasarkan bauran jaringan listrik saat ini, ia menyebut berbagai polutan kriteria akan kembali ke tingkat emisi seperti pada era 2000-an.
Studi tersebut memodelkan dampak dari berbagai skenario pasokan listrik terhadap emisi hingga 2031, yang mencakup nitrogen oksida, senyawa organik yang mudah menguap, sulfur dioksida, partikel halus PM2.5, dan karbon dioksida. Pada skenario ketika tambahan kebutuhan listrik dipenuhi jaringan Texas dengan bauran energi yang diproyeksikan, emisi nitrogen oksida pada 2031 diperkirakan 136 persen lebih tinggi dibandingkan skenario tanpa pembangunan pusat data baru.
Risiko tersebut mengancam capaian pengurangan emisi Texas pada periode 2002 sampai 2024. Selama rentang waktu tersebut, emisi nitrogen oksida dari pembangkit listrik turun 67 persen, sulfur dioksida 80 persen, senyawa organik yang mudah menguap 37 persen, karbon dioksida 52 persen, dan partikel halus PM2.5 sebesar 60 persen. Lembaga riset tersebut juga memperkirakan emisi senyawa organik yang mudah menguap dalam skenario pertumbuhan pusat data dapat melampaui tingkat pada tahun 2002 sebesar 32 persen.
Tingkat polusi berpotensi lebih tinggi jika pusat data menggunakan pembakaran bahan bakar di lokasi untuk menghasilkan listrik. Berdasarkan analisis studi, emisi nitrogen oksida dapat mencapai dua hingga sepuluh kali lipat dibandingkan skenario yang memakai listrik jaringan dengan dukungan energi surya dan angin. Gamarra menegaskan bahwa analisis tersebut memperjelas peningkatan emisi polutan udara seiring dengan perkembangan industri pusat data.
Keluhan Warga dan Langkah Pengendalian
Dampak negatif dari pembangunan pusat data turut dikeluhkan oleh warga Bastrop County. Seorang warga kawasan Elm Ridge bernama Jay Mirabito menuturkan bahwa pembangunan kompleks pusat data oleh EdgeConneX menimbulkan kebisingan, debu, serta partikel beton di lingkungan tempat tinggalnya, selain menurunkan nilai propertinya sekitar US$70.000 atau setara Rp1,267 miliar.
Di wilayah yang sama, perusahaan Pacifico Energy berencana membangun pembangkit listrik berbahan bakar gas alam guna memasok pusat data yang berada di dekat permukiman warga. Atas rencana tersebut, warga meminta Komisi Kualitas Lingkungan Texas untuk menggelar pertemuan khusus guna membahas izin proyek tersebut.
Di sisi lain, pihak Big Watt + Powerhouse menyatakan bahwa fasilitasnya di Taylor akan mengimplementasikan teknologi Selective Catalytic Reduction untuk menekan emisi nitrogen oksida hingga 90 persen atau lebih. Gamarra menambahkan bahwa pilihan teknologi, tingkat kepatuhan terhadap regulasi, serta pengawasan dari publik akan menjadi penentu dari dampak ekspansi industri tersebut.
Industri dan masyarakat kini hanya perlu mencari cara untuk mengembangkan pusat data secara berkelanjutan, kata Gamarra.







