INTERNET

Strategi TikTok Berubah Menjadi Super App Serba Ada

Strategi TikTok Berubah Menjadi Super App Serba Ada
Daftar Isi
  1. Panduan Restoran dan Pemesanan Perjalanan
  2. Layanan Keuangan dan Transaksi E-Commerce
  3. Hiburan, Olahraga, dan Permainan

TikTok kembali mengambil langkah besar untuk bertransformasi dari sekadar platform media sosial menjadi aplikasi serba ada atau super app. Setelah meluncurkan panduan restoran di dalam aplikasi, platform video pendek ini juga dilaporkan sedang mengembangkan fitur pengiriman uang antarpengguna melalui pesan pribadi.

Langkah ini mengikuti konsep super app seperti WeChat di Tiongkok yang menggabungkan berbagai fungsi digital dalam satu pintu. Seperti dilaporkan TechCrunch, TikTok—yang kini beralih ke kepemilikan mayoritas asal Amerika Serikat sejak Januari lalu—terus memperluas jangkauan layanannya ke berbagai sektor kehidupan sehari-hari penggunanya.

Panduan Restoran dan Pemesanan Perjalanan

Melalui fitur baru bernama “Must Eat”, TikTok mempermudah pengguna menemukan rekomendasi tempat makan. Fitur ini memanfaatkan lebih dari 40 juta unggahan dan komentar untuk menyusun daftar rekomendasi restoran yang bisa disaring berdasarkan lokasi, jenis kuliner, harga, dan penilaian pengguna. Kehadiran fitur ini menempatkan TikTok sebagai pesaing langsung platform seperti Yelp dan Google Maps.

Selain kuliner, TikTok meluncurkan layanan “TikTok GO” di Amerika Serikat pada Mei lalu. Fitur ini memungkinkan pengguna mencari sekaligus memesan hotel dan tiket atraksi wisata secara langsung di dalam aplikasi. Dengan strategi ini, TikTok berupaya memotong alur pengguna agar tidak lagi berpindah ke situs pihak ketiga setelah melihat konten perjalanan yang viral.

Layanan Keuangan dan Transaksi E-Commerce

Di sektor keuangan, Bloomberg melaporkan pada Agustus lalu bahwa TikTok sedang merancang fitur transfer uang antarpengguna via pesan pribadi. Fitur ini direncanakan memanfaatkan sistem TikTok Pay yang sudah beroperasi di Asia Tenggara untuk transaksi e-commerce. Selain itu, laporan Reuters pada Maret mengutarakan bahwa TikTok telah mengajukan izin ke bank sentral Brasil untuk beroperasi sebagai perusahaan teknologi keuangan yang menyediakan layanan pembayaran dan pinjaman.

Ekspansi di bidang e-commerce sendiri diawali melalui TikTok Shop yang diuji coba sejak 2021 dan resmi mengudara di Amerika Serikat pada 2023. Berdasarkan data eMarketer, penjualan TikTok Shop di Amerika Serikat melonjak 407 persen pada 2024 dan tumbuh 108 persen pada 2025 hingga mencapai angka 15,82 miliar dolar AS. TikTok Shop kini menguasai 18,2 persen pasar social commerce di Amerika Serikat dan diproyeksikan meningkat hingga 24,1 persen pada 2027. Guna memperkuat posisinya melawan Amazon dan Shein, TikTok juga merilis kartu hadiah serta merambah ke penjualan barang mewah.

Hiburan, Olahraga, dan Permainan

Untuk memanjakan penggemar olahraga, TikTok menghadirkan pusat informasi khusus Piala Dunia FIFA melalui fitur “TikTok GamePlan” pada Juni lalu. Platform ini menampilkan skor langsung, jadwal pertandingan, klip sorotan, hingga konten eksklusif hasil kerja sama dengan liga olahraga seperti Major League Soccer (MLS) dan Major League Baseball (MLB).

Sektor hiburan juga diperluas melalui sajian drama mikro berdurasi satu menit per episode melalui bagian “Minis” di dalam aplikasi serta aplikasi terpisah. Langkah ini mempertegas persaingan TikTok dengan platform penyiaran seperti Netflix, setelah sebelumnya menambah dukungan untuk siaran langsung dan video berdurasi lebih panjang.

Meskipun sempat menutup layanan pemutar musik mandiri TikTok Music pada 2024—layanan yang awalnya dibuat untuk menantang Spotify dan Apple Music—TikTok kini memilih berkolaborasi dengan platform musik daring, salah satunya lewat integrasi pemutaran lagu secara penuh dengan Apple Music. Di sisi lain, TikTok juga terus menambahkan berbagai permainan kasual dan fitur pencarian lokal yang komprehensif agar pengguna betah beraktivitas lebih lama di dalam ekosistemnya.

Mungkin Anda Suka