Daftar Isi
Kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas internet kini semakin berkembang dari sekadar berkirim pesan hingga memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Dalam diskusi Ngobrolin Peristiwa Informasi & Teknologi (Ngopi) Bersama Telkomsel 5G bertema ‘Powered by AI: Dekatnya Nyata, Pintarnya Terasa’, dibahas mengenai pentingnya stabilitas, latensi, dan kemampuan jaringan dalam menyesuaikan kebutuhan pengguna.
Diferensiasi Jaringan dan Karakter Pengguna
Manager Network VIP and HVC Management Jabotabek Telkomsel, Muhammad Hidaya Rido Tarigan, menjelaskan bahwa karakter pengguna internet saat ini semakin beragam, mulai dari yang melakukan streaming, video call, hingga bermain gim. Karena itu, kebutuhan konektivitas perlu disesuaikan dengan aktivitas masing-masing pengguna.
Menurut Rido yang dikutip dari 20 detik pada Kamis (8/10/2026), terdapat lima metrik jaringan yang menjadi perhatian utama, yaitu download throughput, upload throughput, latensi, jitter, dan packet loss. Kelima parameter tersebut disesuaikan agar konektivitas menjadi stabil dan lancar sesuai kebutuhan spesifik pengguna.
Redaktur detikINET, Agus Tri Haryanto, menilai bahwa kebutuhan internet saat ini tidak hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga koneksi yang stabil untuk penggunaan AI serta konten video beresolusi tinggi. Koneksi dengan latensi rendah juga dinilai krusial untuk aktivitas live streaming maupun pelaporan jurnalistik secara langsung.
Peran AI dalam Optimalisasi Jaringan
AI tidak hanya dimanfaatkan masyarakat untuk membuat foto atau video, tetapi juga membantu operator dalam mengoptimalkan jaringan. Menurut Agus, teknologi AI dapat mendeteksi titik keramaian serta menyesuaikan kapasitas jaringan dengan kebutuhan pengguna.
Rido menambahkan bahwa Telkomsel memanfaatkan AI untuk mendeteksi karakter pelanggan dan kondisi jaringan pada lokasi atau waktu tertentu, seperti saat jam berangkat dan pulang kerja atau ketika ada acara konser. Ia mencontohkan penggunaan AI dan jaringan 5G dapat memproses unggahan foto dan perintah teks dalam waktu kurang dari lima menit.
Kebutuhan Bandwidth Kreator dan Streamer
Sebagai konten kreator, Oza Rangkuti menyatakan bahwa stabilitas koneksi sangat diandalkan terutama saat harus mengirimkan berkas berukuran besar. Ia juga terbantu oleh AI dalam memangkas waktu pembuatan konten video.
Sementara itu, streamer Abi Azkakia mengungkapkan bahwa dirinya selalu memeriksa koneksi internet sebelum melakukan siaran langsung. Untuk melakukan multi-streaming, ia membutuhkan kapasitas bandwidth yang cukup besar.
Menanggapi hal tersebut, Rido menjelaskan bahwa tambahan spektrum melalui teknologi 2600 dapat memberikan kapasitas di atas 1 Gbps untuk melayani kebutuhan bandwidth yang besar.
Pemerataan Jaringan 5G dan Kebijaksanaan Pengguna
Para narasumber dalam diskusi tersebut turut menyoroti pentingnya pemerataan jaringan 5G ke berbagai daerah. Agus berharap pengalaman menggunakan konektivitas yang cepat dan stabil dapat dirasakan secara merata seperti halnya jaringan 4G, dengan dukungan tambahan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz.
Oza menilai pemerataan internet dapat memperluas jangkauan audiens bagi para kreator. Di sisi lain, Abi berharap teknologi 5G semakin luas agar masyarakat di daerah bisa menikmati komunikasi secara real time.
Rido menegaskan bahwa Telkomsel 5G Powered by AI berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi ekspektasi serta memberikan layanan terbaik bagi pelanggan dengan berbagai aktivitas yang berbeda. Oza juga mengingatkan agar para pengguna turut meningkatkan kemampuan diri seiring dengan perkembangan teknologi yang ada.
Sumber: Inet - Detikcom







