Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem, seperti hujan sedang, hujan lebat hingga sangat lebat, serta angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia pada Senin (26/10/2026).
Peringatan tersebut dirilis di tengah kondisi musim kemarau yang masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. Prakiraan BMKG untuk dasarian III Oktober hingga dasarian II November 2026 menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami curah hujan dengan intensitas rendah hingga menengah, berkisar antara 0-150 milimeter per dasarian. Kondisi ini dipengaruhi oleh fenomena El Niño yang sangat kuat serta Dipole Mode Index positif, yang secara umum cenderung menekan aktivitas konvektif di wilayah Indonesia.
Dinamika Atmosfer Pemicu Hujan
Meskipun demikian, dinamika atmosfer skala regional dan lokal masih berpotensi memicu hujan di beberapa daerah. BMKG memperkirakan fenomena Madden-Julian Oscillation tetap aktif di sejumlah wilayah perairan dan daratan. Selain itu, Gelombang Rossby Ekuatorial juga diprakirakan aktif di Laut Natuna Utara, di mana kedua fenomena atmosfer tersebut mampu mendukung pertumbuhan awan hujan, khususnya di wilayah dengan kondisi atmosfer labil dan pemusatan massa udara.
Oleh karena itu, rendahnya akumulasi curah hujan dalam skala dasarian tidak serta-merta menghilangkan potensi hujan signifikan dalam skala harian. Dinamika atmosfer regional dan lokal tetap berpeluang memicu hujan dengan intensitas tinggi di wilayah tertentu.
Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat
Berikut adalah daftar wilayah di Indonesia yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem pada 26 Oktober 2026:
1. Wilayah Berstatus Siaga (Hujan Lebat hingga Sangat Lebat):
Jawa Barat
2. Wilayah Berstatus Waspada (Hujan Sedang hingga Lebat):
Aceh, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jambi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.
BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk tetap mewaspadai potensi hujan lokal meskipun musim kemarau masih dominan. Hujan tersebut dapat memicu genangan air, tanah longsor, dan sambaran petir.








