UMUM

Penemu Bahtera Nabi Nuh Diancam Dibunuh Saat Teliti Turki

Penemu Bahtera Nabi Nuh Diancam Dibunuh Saat Teliti Turki

Jakarta, CNBC Indonesia – Andrew Jones, pendiri organisasi Noah’s Ark Scans yang meneliti dugaan lokasi Bahtera Nabi Nuh di Turki, mengungkap pengalaman mengerikan selama menjalankan proyeknya. Seperti dilaporkan oleh CNBC Indonesia, ia mengaku pernah menerima ancaman pembunuhan hingga terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya demi keselamatan.

Tantangan Perizinan dan Tekanan Proyek

Ancaman tersebut menjadi salah satu dari berbagai tantangan yang dihadapi Jones dan timnya. Selain persoalan keamanan, proses penelitian mereka juga sempat terhambat urusan perizinan yang membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum akhirnya mendapat lampu hijau dari otoritas Turki.

Menurut Jones, dalam keterangannya yang dikutip dari CBN pada Minggu (25/10/2026), prosedur birokrasi di sana mengharuskan peneliti bekerja sama dengan institusi pendidikan tinggi lokal. “Jika Anda mencoba mendapatkan izin, harus bekerja di bawah naungan universitas Turki, Anda juga harus bekerja dengan seorang profesor Turki,” ucap Jones.

Izin tersebut akhirnya didapatkan pada awal tahun ini, yang membuat timnya harus bergerak cepat untuk bisa bekerja. “Kami hanya punya waktu satu bulan untuk menggalang dana, mengatur semuanya, dan melibatkan orang-orang,” tutur Jones menjelaskan situasi saat itu.

Ancaman Pembunuhan dan Faktor Keamanan

Tak hanya hambatan administratif, tim ekspedisi juga harus menghadapi berbagai kecaman dan tekanan dari pihak luar. Profesor yang terlibat dalam proyek Pemindaian Bahtera Nuh disebut sebagai pengkhianat oleh sebagian orang, sementara tim juga mendapat kritik keras dari kelompok ateis dan agnostik.

Jones sendiri mengalami teror langsung berupa ancaman pembunuhan. Ia menceritakan bahwa beberapa bulan lalu terdapat orang yang mengetuk pintu rumahnya pada tengah malam dan mengancam nyawanya, di mana kejadian tersebut mulai terjadi sejak awal tahun ini.

Motif di balik ancaman tersebut belum diketahui secara pasti, termasuk keterkaitannya secara langsung dengan proyek Bahtera Nabi Nuh yang dikerjakan Jones. Kendati demikian, ia menyatakan bahwa gelombang kekacauan tersebut mulai muncul ketika timnya mengumumkan bahwa izin penelitian telah resmi dikantongi.

Akibat kejadian yang terus berulang itu, Jones memutuskan meninggalkan apartemen tempat tinggalnya. Sebagai langkah pencegahan, ia kini tinggal bersama seorang teman.

Meski harus menghadapi berbagai tantangan berat dan ancaman keselamatan, Jones menegaskan bahwa ia tidak memiliki rencana untuk menghentikan pencarian Bahtera Nabi Nuh.

Mungkin Anda Suka