EKONOMI

Menperin Ungkap Potensi Besar Industri Animasi RI

Menperin Ungkap Potensi Besar Industri Animasi RI
Daftar Isi
  1. Karakteristik Padat Karya di Era Digital
  2. Pertumbuhan Sektor Elektronika dan Telematika
  3. Peran Strategis BDI Denpasar

Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menyatakan bahwa industri kreatif digital, khususnya animasi, mempunyai potensi besar untuk dikembangkan. Sektor tersebut membuka peluang dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas serta mendongkrak daya saing industri nasional.

Karakteristik Padat Karya di Era Digital

Saat melakukan kunjungan ke Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar, Bali, Sabtu (24/10), Sarmuji menyampaikan bahwa industri animasi dinilai memiliki karakteristik padat karya di balik basis teknologi tingginya karena melibatkan sumber daya manusia (SDM) pada berbagai tahapan produksi.

Seperti dilaporkan detikcom, Sarmuji mengungkapkan rasa terkejutnya karena teknologi digital ternyata tidak semata-mata padat modal dan teknologi, melainkan juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Menurutnya, perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) dan teknologi digital yang pesat tidak menghilangkan kebutuhan akan keterampilan serta kreativitas manusia.

Dia menjelaskan bahwa detail-detail pembuatan animasi tetap harus dikerjakan oleh manusia sehingga menjadi peluang besar untuk penyerapan tenaga kerja. Pihaknya berharap sektor industri menjadi ladang penyerapan tenaga kerja secara maksimal, termasuk pada industri digital.

Pertumbuhan Sektor Elektronika dan Telematika

Penguatan SDM industri kreatif digital dinilai semakin penting seiring perkembangan positif subsektor industri elektronika dan telematika (IET). Pada triwulan II tahun 2026, kelompok industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik tumbuh sebesar 8,04 persen, melampaui pertumbuhan industri pengolahan nonmigas yang berada di angka 5,32 persen.

Penyerapan tenaga kerja pada sektor elektronika dan telematika tercatat mencapai 122.872 orang pada Mei 2026, yang mengalami peningkatan dari 114.639 orang pada Februari 2026. Dari sisi penanaman modal, realisasi investasi sektor tersebut juga menunjukkan tren positif, di mana pada 2022 tercatat sebesar Rp4,13 triliun lalu naik menjadi Rp10,94 triliun pada 2025, serta mencapai Rp6,4 triliun sepanjang semester I tahun 2026.

Peran Strategis BDI Denpasar

Plt Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Adie Rochmanto Pandiangan menerangkan bahwa BDI Denpasar memegang peranan strategis dalam penyediaan tenaga kerja kompeten di bidang industri kreatif digital. BDI Denpasar melaksanakan pelatihan berbasis kompetensi, peningkatan dan pembaruan keterampilan, sertifikasi kompetensi, serta inkubasi bisnis bagi wirausaha baru.

Kepala BDI Denpasar Arga Mahendra menambahkan, pihaknya secara konsisten memperkuat penyelenggaraan pelatihan berbasis kompetensi, pengembangan kewirausahaan, dan pendampingan industri. Dalam rentang waktu 2015 sampai Oktober 2026, BDI Denpasar telah menyelenggarakan berbagai pelatihan yang diikuti sebanyak 16.113 peserta.

Program-program tersebut mencakup pelatihan animasi 2D, animasi 3D, pemrograman web, pemasaran melalui media sosial, pemasaran digital, barista, hingga teknologi Industrial Internet of Things (IIoT). Sepanjang tahun 2026 hingga Oktober, BDI Denpasar telah menjalankan 13 kegiatan pelatihan dan lokakarya yang melibatkan 304 peserta di bidang industri kreatif digital, barista, dan pengolahan pangan.

Mungkin Anda Suka