UMUM

Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla Siap Diuji Coba

Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla Siap Diuji Coba
Daftar Isi
  1. Persiapan Uji Lapangan dan Modifikasi Cuaca
  2. Teknologi Singkong-APP dan Mekanismenya
  3. Penerapan dan Batasan Penggunaan

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengungkapkan penelitian penggunaan tepung berbahan dasar singkong untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan telah siap untuk diuji coba di lapangan. Riset tersebut dinyatakan telah rampung setelah komponen yang dibutuhkan sebagai bahan baku berhasil didapatkan.

Persiapan Uji Lapangan dan Modifikasi Cuaca

Arif menjelaskan bahwa komponen *ammonium polyphosphate* atau APP yang menjadi bagian penting dari bahan singkong tersebut sudah didapatkan dan diuji *on-site*. Menurut keterangannya di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (27/10), perkembangan ini sudah dilaporkan dan siap untuk diuji secara langsung di lapangan, seperti dilaporkan CNN Indonesia.

Selain tepung singkong, BRIN juga terlibat dalam operasi modifikasi cuaca untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Arif menyampaikan ada beberapa inovasi yang disiapkan dalam operasi tersebut, yakni teknologi Dumikron, teknologi coSAT, dan teknologi *dry ice* yang akan segera diimplementasikan agar penanganan bisa berjalan optimal.

Dalam menjalankan berbagai upaya ini, BRIN terus berkolaborasi dengan lintas instansi mulai dari TNI Angkatan Udara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, hingga Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Rencana uji coba ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya memerintahkan uji coba produksi massal untuk membantu pemadaman saat memimpin rapat di Palembang, Sumatra Selatan, pada Senin (24/8) lalu.

Teknologi Singkong-APP dan Mekanismenya

Sebelumnya, BRIN sempat memaparkan potensi tepung singkong sebagai alternatif pemadaman melalui pengembangan material retardan berbasis pati singkong yang dikombinasikan dengan senyawa fosfat. Periset Kimia Molekuler BRIN Julinton menyatakan bahwa gagasan ini memiliki landasan ilmiah yang kuat, meski formulasi, efektivitas, keselamatan, dan dampak lingkungannya harus terus divalidasi lewat pengujian laboratorium serta lapangan.

Julinton memaparkan bahwa struktur polisakarida dalam pati singkong mengandung gugus hidroksil yang dapat dimodifikasi guna mengatur viskositas, retensi air, kemampuan pembentukan film, serta interaksinya dengan retardan. Pati singkong ini perlu dikombinasikan dengan *ammonium polyphosphate*, air, dan *wetting agent* berkonsentrasi rendah yang dinamakan teknologi CASSA-P atau Singkong-APP.

Masing-masing bahan memiliki fungsi spesifik, di mana air menyerap panas dan menurunkan temperatur, pati singkong membantu meningkatkan adhesi serta mempertahankan cairan lebih lama di permukaan vegetasi, dan *wetting agent* membantu cairan menyebar serta menembus bahan bakar. Sementara itu, komponen *ammonium polyphosphate* memberikan mekanisme retardasi kimia saat material menerima panas.

Campuran tersebut dirancang untuk membentuk residu karbon padat atau lapisan *char* yang berfungsi sebagai penghalang perpindahan panas sekaligus membatasi kontak langsung antara bahan bakar dan oksigen. Mekanisme utama Singkong-APP berfokus pada pendinginan, peningkatan pembasahan, retensi cairan, serta perubahan jalur dekomposisi termal guna menekan laju perambatan api.

Penerapan dan Batasan Penggunaan

Meskipun memiliki potensi besar untuk aplikasi udara maupun darat, teknologi ini tetap harus diintegrasikan dengan personel darat dan sistem pemadaman lainnya. Pada kebakaran berintensitas tinggi, metode ini tidak dapat menggantikan sistem pemadaman yang sudah ada, melainkan berfungsi sebagai pendukung respons awal, pengendalian penyebaran, perlindungan area strategis, dan pemadaman *spot fire*.

Petugas dapat mengaplikasikan cairan retardan ini dengan mencampurkan konsentrat atau bahan formulasi ke dalam tangki air sebelum proses penyemprotan dilakukan. Konsentrasi optimum saat ini masih terus dimatangkan melalui penelitian lanjutan agar formulasi tetap memiliki daya retensi yang baik tanpa menimbulkan viskositas berlebihan, sedimentasi, ataupun penyumbatan pada pompa dan *nozzle*.

Mungkin Anda Suka