UMUM

Ilmuwan China Pakai Selimut Nano untuk Cegah Es Mencair

Ilmuwan China Pakai Selimut Nano untuk Cegah Es Mencair
Daftar Isi
  1. Eksperimen Nanofilm di Gletser Dagu
  2. Mekanisme Kerja dan Dampak Pelindung Es
  3. Perkembangan Metode Pelindung Gletser

Sekelompok ilmuwan asal China mengembangkan metode inovatif untuk melindungi gletser dari dampak pemanasan global dengan memasang selimut berbahan nanofilm pada permukaan es. Berdasarkan uji coba di Gletser Dagu, Provinsi Sichuan, teknologi tersebut terbukti mampu menekan laju pencairan es hingga lebih dari 80 persen pada area yang dilindungi.

Eksperimen Nanofilm di Gletser Dagu

Seperti dilaporkan Global Times, riset ini dilakukan untuk mengetahui apakah perlindungan langsung di permukaan gletser mampu memperlambat hilangnya massa es di tengah kenaikan suhu global. Meski demikian, para periset menegaskan bahwa teknik ini tidak bisa menggantikan upaya menekan emisi gas rumah kaca. Proyek ini dikerjakan bersama oleh tim dari Nanjing University serta Wang Feiteng dari Northwest Institute of Eco-Environment and Resources, Chinese Academy of Sciences.

Lokasi yang dipilih adalah Gletser Nomor 17 di kawasan Gletser Dagu yang memiliki luas sekitar 0,17 kilometer persegi sebagai gletser individual terbesar di sana. Mulai tahun 2022, tim Nanjing University membentangkan nanofilm seluas hampir 10.000 meter persegi di atas es tersebut. Pemasangan dilakukan secara rutin setiap tahun menjelang musim panas pada bulan Mei, lalu dilepas kembali sebelum musim salju tiba di pengujung September.

Mekanisme Kerja dan Dampak Pelindung Es

Zhuang Lichao, peneliti pascadoktoral di School of Energy and Resources, Nanjing University, mengibaratkan cara kerja teknologi ini seperti membungkus es lilin dengan selimut di dalam lemari es agar tidak cepat meleleh. Secara ilmiah, lapisan itu berfungsi mengisolasi permukaan es sekaligus memantulkan radiasi Matahari supaya energi panas yang mengenai gletser berkurang. Selain itu, material tersebut menekan pertukaran panas turbulen antara udara sekitar dan permukaan es.

Pengukuran di lapangan menunjukkan lapisan nanofilm berhasil memangkas pencairan es lebih dari 80 persen pada area tertutup, bahkan sebagian permukaan es bertambah tinggi sekitar sepuluh sentimeter dalam kurun waktu enam tahun. Kendati demikian, penambahan tinggi tersebut hanya terjadi di titik tertentu dan tidak mewakili keseluruhan Gletser Dagu. Material nanofilm ini juga dirancang ramah lingkungan karena bisa terurai secara biologis tanpa meninggalkan pencemaran, serta sebagian bahan dapat dikumpulkan dan dipakai kembali.

Perkembangan Metode Pelindung Gletser

Upaya menutup permukaan es sebenarnya bukan pertama kali dilakukan di China. Pada tahun 2020, tim Wang Feiteng sempat menguji kain geotekstil putih yang terinspirasi dari metode pelestarian es untuk Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022. Kain geotekstil tersebut kala itu mampu menekan kehilangan es hingga sekitar 70 persen atau mengurangi penyusutan es sampai satu meter di area yang terlindungi.

Nanofilm buatan Nanjing University merupakan penyempurnaan dari metode terdahulu. Wang menilai eksperimen selimut ini berhasil karena dipengaruhi karakteristik gletser serta kondisi geografis setempat. Teknik serupa juga pernah diuji di negara lain seperti Swiss, di mana para peneliti memakai selimut wol atau kain khusus untuk menutupi gletser dari terik Matahari. Walaupun demikian, efektivitas metode ini sangat dipengaruhi oleh faktor lokal termasuk ukuran gletser, kondisi cuaca, aksesibilitas, serta ketahanan material selama masa pencairan.

Mungkin Anda Suka