Badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kembali melanda industri video game setelah Sucker Punch Productions memutuskan untuk memberhentikan puluhan karyawannya. Seperti dilaporkan oleh Aftermath dan dikutip dari Engadget, pengembang permainan Ghost of Yōtei tersebut melepas sebanyak 24 pekerja pada hari Senin.
Alasan Pengurangan Karyawan dan Pesan Internal
Berdasarkan laporan, studio tersebut diperkirakan memiliki sekitar 200 karyawan, meskipun jumlah pastinya belum tersedia. Keputusan pengurangan staf ini diambil menjelang induk perusahaan mereka, Sony, mengumumkan laporan pendapatan kuartalan terbaru.
Dalam memo internal yang didapatkan oleh Aftermath, pihak manajemen menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil setelah mereka mengamati tantangan pasar serta meninjau kebutuhan tim untuk proyek selanjutnya. Studio tersebut menyatakan bahwa beberapa posisi di berbagai bagian Sucker Punch terpaksa dihilangkan, seraya menegaskan bahwa keputusan berat itu telah dipikirkan secara matang guna mendampingi para kolega yang terdampak dalam masa transisi.
Kinerja Game dan Situasi Industri
Permainan Ghost of Yōtei sendiri meluncur pada bulan Oktober tahun lalu dan berhasil mencatatkan angka penjualan sebanyak 3,3 juta kopi pada bulan pertama perilisannya. Selain itu, Sucker Punch baru saja merilis sebuah ekspansi yang mendapatkan sambutan positif dari para pemain beberapa pekan lalu.
Berbeda dengan pendahulunya yang berhasil terjual sebanyak 13 juta kopi dalam empat tahun pertama, Ghost of Yōtei tampaknya tidak akan dirilis ke PC. Sebelumnya sempat dilaporkan bahwa Yōtei, Saros, serta permainan pemain tunggal pihak pertama di masa mendatang akan tetap eksklusif untuk konsol PS5.
Gelombang PHK ini menambah panjang daftar pukulan telak bagi para pekerja di industri video game yang telah memangkas puluhan ribu karyawan selama beberapa tahun terakhir. Baru-baru ini, EA menutup BioWare dan memangkas sekitar 400 pekerjaan, sementara Xbox sebelumnya menyatakan rencana untuk mengurangi sekitar 3.200 pekerja dalam rentang 12 bulan sejak bulan Juli lalu.
Sementara itu, nasib studio Arkane sempat berada di ujung tanduk setelah dilaporkan harus mencari pembeli paling lambat tanggal 13 November atau menghadapi penutupan. Kendati demikian, Microsoft memberikan tambahan waktu bagi Arkane yang saat ini dikabarkan tengah merampungkan pengembangan permainan Marvel’s Blade.
Pihak perusahaan kepada PC Gamer pada hari Jumat menyampaikan bahwa masa konsultasi telah diperpanjang selama satu bulan tambahan untuk menjajaki berbagai opsi, termasuk mencari mitra guna mendukung pekerjaan pengembangan yang masih tersisa.








