TEKNOLOGI

Saham Intel Anjlok 29 Persen, Nilai Investasi AS Menyusut

Saham Intel Anjlok 29 Persen, Nilai Investasi AS Menyusut

Harga saham Intel mengalami penurunan tajam hingga 29 persen pada perdagangan Jumat waktu setempat. Penurunan ini mencatatkan performa harian terburuk bagi produsen chip tersebut sejak era 1970-an, dipicu oleh proyeksi kinerja yang lebih lemah dari perkiraan akibat kelesuan pasar komputer personal (PC) dan gangguan operasi pabrik di Israel.

Pukulan bagi Pemerintah AS dan Sektor Teknologi

Merosotnya nilai saham ini menjadi tantangan besar bagi Chief Executive Officer (CEO) Intel, Lip-Bu Tan, yang direkrut pada Maret 2025 untuk memimpin pemulihan perusahaan setelah sempat tertinggal pada masa awal lonjakan kecerdasan buatan (AI). Sebelum laporan pendapatan dirilis pada Kamis, saham Intel sebenarnya telah melonjak sekitar 150 persen sepanjang tahun ini berkat tingginya permintaan prosesor utama yang krusial untuk beban kerja agen AI.

Kondisi ini juga berdampak pada Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump yang mengambil 10 persen kepemilikan saham Intel setahun lalu. Meskipun investasi tersebut secara keseluruhan masih menguntungkan, nilainya menyusut sekitar USD 12 miliar atau setara Rp218 triliun dalam sehari. Sementara itu, Nvidia yang juga menguasai porsi saham signifikan di Intel mencatatkan penurunan nilai investasi sekitar USD 6 miliar.

Menanggapi kinerja tersebut, para analis di D.A. Davidson memangkas peringkat saham Intel dari posisi beli menjadi netral. Pada saat yang sama, indeks Nasdaq Composite melemah 2,9 persen menyusul penurunan harga saham di sektor teknologi. Alphabet mencatatkan penurunan terburuk dalam sejarahnya setelah anjlok lebih dari 12 persen pada Kamis dan berlanjut melemah pada Jumat. Saham Amazon juga ditutup melemah 1,4 persen akibat capaian pendapatan dan laba kuartal ketiga yang berada di bawah target, meski perusahaan tetap mempertahankan perkiraan belanja modal tahun 2026 sebesar USD 220 miliar.

Di industri semikonduktor, saham Nvidia terkoreksi 4 persen, Broadcom merosot lebih dari 5 persen, dan Qualcomm anjlok hingga 11 persen. Pergerakan ini mencerminkan meningkatnya kecemasan investor terhadap besarnya pengeluaran perusahaan-perusahaan teknologi untuk sektor AI serta kepastian imbal hasil atas investasi tersebut.

Dampak Penutupan Pabrik dan Pasar PC

Proyeksi keuangan Intel yang mengecewakan turut dipengaruhi oleh tekanan di pasar PC akibat tingginya biaya komponen dan memori. Lembaga riset Counterpoint Research mencatat pengiriman PC secara global mengalami penurunan sebesar 4 persen pada kuartal kedua jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Chief Financial Officer (CFO) Intel, David Zinsner, menjelaskan bahwa penurunan di pasar PC diperkirakan masih akan berlangsung setidaknya hingga paruh pertama tahun depan. Ia menyatakan perusahaan akan terus menjalankan investasi yang disiplin pada kapasitas produksi dan modal kerja guna meningkatkan pasokan serta mendukung pertumbuhan bisnis mendatang.

Selain faktor pasar, proyeksi keuangan perusahaan memperhitungkan dampak ledakan di fasilitas fabrikasi Intel di Israel yang menewaskan dua pekerja dan melukai satu lainnya pada awal bulan ini. Tan menyampaikan bahwa kecelakaan tragis tersebut menyebabkan penutupan pabrik dalam jangka panjang, sehingga mengganggu pengiriman chip 10 nanometer dan diperkirakan berpotensi mengurangi pendapatan perusahaan sekitar USD 600 juta selama dua kuartal.

Mungkin Anda Suka