Pemerintah Belanda mengumumkan rencana pemangkasan 25.000 pekerjaan penuh waktu hingga tahun 2035. Langkah efisiensi biaya tersebut dibarengi dengan rencana pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendongkrak produktivitas.
Target Penghematan Anggaran
Berdasarkan pengumuman resmi pemerintah, target penghematan biaya dipatok mencapai 900 juta euro atau sekitar satu miliar dolar AS pada tahun 2027. Angka proyeksi tersebut akan meningkat hingga 3,5 miliar euro atau sekitar 3,9 miliar dolar AS pada tahun 2035 mendatang.
Meskipun demikian, kebijakan penataan ulang pegawai ini tidak akan berdampak pada seluruh instansi pemerintah. Sektor kepolisian dan pertahanan dipastikan masuk dalam daftar bidang yang dikecualikan dari pemangkasan tersebut.
Penerapan Teknologi Kecerdasan Buatan
Belum ada rincian pasti mengenai bagaimana teknologi kecerdasan buatan akan dioperasikan untuk menekan anggaran. Namun, kabinet Belanda menyatakan bahwa pihaknya akan merumuskan target serta rencana penghematan terkait pemanfaatan AI guna bekerja secara lebih produktif pada triwulan pertama tahun 2027.
Sekretaris Negara Belanda, Eric van der Burg, menyampaikan dalam suratnya kepada parlemen bahwa keseluruhan upaya ini merupakan bagian dari dorongan agar pemerintahan menjadi lebih sederhana, cerdas, dan ramping. Sejumlah laporan media sebelumnya mencatat bahwa pemerintah telah berencana memasukkan AI dalam upaya penghematan sejak awal tahun ini. Sebagaimana dilaporkan oleh Bloomberg, Eric van der Burg berkeinginan untuk menerapkan kecerdasan buatan secara lebih luas setelah beberapa inisiatif serupa dibentuk di berbagai sektor pemerintahan.







