Daftar Isi
Sebuah perusahaan rintisan atau startup keamanan siber bernama Cathedral mengklaim telah berhasil merobos sistem internal perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI) terkemuka, Anthropic. Startup ini dibentuk oleh mantan anggota tim Department of Government Efficiency (DOGE) milik Elon Musk, seperti dilaporkan Liputan6.com Tech News pada Jumat (30/10/2026).
Aksi Peretasan Menggunakan Agen AI
Berdasarkan laporan Washington Post yang dikutip Futurism, Cathedral melancarkan aksinya dengan memanfaatkan celah pada perangkat lunak bisnis pihak ketiga yang dipakai Anthropic. Hanya dalam tempo kurang dari dua belas jam, agen AI milik startup tersebut mengklaim berhasil masuk ke dalam transkrip rapat, rincian gaji, penawaran kerja, sampai riwayat pesan pada platform Slack.
Di sisi lain, pihak Anthropic berusaha meredam kekhawatiran masyarakat dengan menyatakan bahwa pembobolan itu hanya berdampak pada sebagian kecil sistem penjualan, teknologi informasi, dan sumber daya manusia. Anthropic menyampaikan bahwa tim Cathedral sempat menghabiskan waktu berhari-hari berupaya membobol perangkat lunak utama perusahaan sebelum akhirnya mengalihkan serangan ke perangkat lunak pihak ketiga.
“Sistem pemantauan kami mendeteksi aktivitas Cathedral sebelum mereka melapor kepada kami, dan akses mereka langsung kami putus pada hari yang sama. Kami juga tidak menemukan bukti adanya pihak lain yang memanfaatkan celah ini,” ujar juru bicara Anthropic.
Kekhawatiran Pejabat Pemerintah dan Risiko Spionase
Para ahli menilai kejadian tersebut memperlihatkan kerentanan yang mengkhawatirkan terkait cara pengembang AI mengelola penyedia perangkat lunak dari pihak ketiga. Seorang pejabat pemerintah Amerika Serikat yang meminta identitasnya dirahasiakan turut menyampaikan kecemasannya atas peristiwa itu.
Jika sekelompok anak muda yang baru mendirikan perusahaan saja bisa melakukan ini, tidak mustahil pihak asing juga bisa melakukan hal serupa dalam waktu dekat, ungkap pejabat tersebut.
Peristiwa ini berlangsung di tengah meningkatnya kewaspadaan dunia internasional terhadap ancaman spionase berbasis kecerdasan buatan. Pada awal bulan ini, seorang warga negara Arab Saudi ditangkap atas tuduhan menempatkan alat penyadap di ruang rapat eksekutif OpenAI yang berlokasi di San Fransisco.
Pendanaan dan Valuasi Cathedral
Cathedral yang baru beroperasi selama beberapa bulan telah mengamankan pendanaan sebesar USD 160 juta atau sekitar Rp2,9 triliunan dengan nilai valuasi menyentuh angka USD 1,4 miliar atau sekitar Rp25,4 triliunan.
Dengan kehadiran tokoh besar seperti Marc Andreessen di jajaran dewan direksi, Cathedral dilaporkan telah mengantongi kontrak kerja sama bersama minimal tiga lembaga pemerintah federal.






