Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menjalin kerja sama strategis dengan tiga mitra, yakni PT Privy Identitas Digital (Privy), National Internet Exchange of India (NIXI), dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Langkah ini dilakukan untuk memperkokoh ekosistem domain .id melalui penguatan identitas digital terverifikasi serta infrastruktur internet nasional.
Penerapan Identitas Digital dan Tanda Tangan Elektronik
Kemitraan antara PANDI dan Privy berfokus pada pengembangan riset teknologi Verifiable Credential (VC) berbasis kriptografi serta penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE) tersertifikasi. Selaku Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE), Privy mendampingi PANDI dalam merancang skema verifikasi identitas dan pengesahan dokumen yang sah secara hukum.
Kedua pihak juga menyiapkan proyek percontohan verifikasi identitas yang mengedepankan prinsip minimisasi data sesuai dengan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) dan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019. Skema ini dirancang agar pengguna tidak perlu lagi mengunggah salinan dokumen fisik seperti KTP, sehingga menekan risiko kebocoran data pribadi.
Ketua Dewan Pengurus PANDI, Isnawan, menjelaskan bahwa tantangan utama di dunia digital saat ini berfokus pada jaminan keamanan transaksi.
“Melalui kolaborasi dengan Privy, kami ingin mendorong inovasi identitas digital yang memberikan nilai tambah bagi ekosistem domain .id, patuh pada UU PDP, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat,” kata Isnawan pada Rabu (28/10/2026).
CEO dan Founder Privy, Marshall Pribadi, turut menegaskan pentingnya membangun fondasi kepercayaan digital (digital trust) yang solid di tengah maraknya kejahatan siber. Menurutnya, perlindungan keamanan pengguna tidak lagi bisa dibebankan pada kewaspadaan tiap individu semata.
“Membangun digital trust membutuhkan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Kami ingin memastikan identitas para pihak dan keaslian TTE dalam dokumen dapat diverifikasi secara presisi demi membendung maraknya dokumen palsu,” ujar Marshall. Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani secara langsung memanfaatkan platform Privy.
Ekspansi Global dan Penguatan Infrastruktur DNS
Selain bermitra di tingkat domestik dengan Privy, PANDI memperluas jangkauan kerja sama internasional dengan menggaet National Internet Exchange of India (NIXI). Sinergi ini mencakup pertukaran pengetahuan dalam tata kelola registri domain, percepatan adopsi IPv6, peningkatan perlindungan siber melalui protokol DNSSEC, RPKI, dan DMARC, hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia di kawasan Asia-Pasifik.
Pada tingkat nasional, PANDI bekerja sama dengan APJII untuk memperkuat keandalan infrastruktur Domain Name System (DNS). Kemitraan ini mencakup pengembangan DNS Resolver Indonesia, DNS Authoritative .id, penempatan Root Server, serta optimasi jaringan Indonesia Internet Exchange (IIX) yang beroperasi di Jakarta, Balikpapan, dan Bandung.
Melalui rangkaian kerja sama strategis ini, PANDI berkomitmen terus mengawal domain .id agar menjadi fondasi ekosistem internet Indonesia yang aman, andal, dan berdaya saing global.








