INTERNET

Ofcom Rilis Metode Verifikasi Usia untuk Larangan Medsos UK

Ofcom Rilis Metode Verifikasi Usia untuk Larangan Medsos UK
Daftar Isi
  1. Metode Verifikasi Usia yang Diusulkan
  2. Tanggung Jawab Perusahaan Teknologi
  3. Tanggapan Kampanye Keselamatan Anak

Regulator media Inggris, Ofcom, telah memaparkan rekomendasi metode paling efektif untuk mengidentifikasi jutaan pengguna media sosial yang berusia di atas 16 tahun. Kebijakan ini dirancang menjelang penerapan larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun di Inggris yang dijadwalkan mulai berlaku pada bulan Maret tahun depan.

Metode Verifikasi Usia yang Diusulkan

Berdasarkan aturan tersebut, anak-anak di bawah usia 16 tahun akan dicegah mengakses sepuluh platform terbesar, termasuk Instagram, TikTok, dan Snapchat. Sejumlah besar orang dewasa di Inggris juga kemungkinan harus mengonfirmasi bahwa mereka tidak di bawah umur menggunakan salah satu langkah yang diusulkan, yang saat ini masih menunggu persetujuan pemerintah.

Verifikasi usia di bawah 18 tahun dinilai menantang karena remaja berusia 16 dan 17 tahun umumnya belum memiliki kartu kredit atau surat izin mengemudi penuh, serta mungkin belum mempunyai paspor. Selain itu, penampilan fisik mereka terkadang tampak jauh lebih tua atau lebih muda dari usia sebenarnya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Ofcom merekomendasikan empat metode yang dinilai sangat efektif dalam mengukur usia seseorang, selain bentuk identitas tradisional. Keempat metode tersebut meliputi pencocokan identitas foto, pemeriksaan berbasis perbankan, teknologi estimasi usia wajah, serta layanan identitas digital.

BBC telah menanyakan kepada tiga bank terbesar di Inggris apakah mereka akan menyediakan proses untuk membantu permintaan verifikasi usia media sosial jika langkah tersebut resmi diberlakukan. Namun, pada akhirnya keputusan mengenai cara menerapkan pemeriksaan tersebut diserahkan kepada perusahaan teknologi.

Tanggung Jawab Perusahaan Teknologi

CEO Ofcom, Dame Melanie Dawes, mengatakan kepada BBC News bahwa regulator memanfaatkan pengalaman mereka dalam memperkenalkan pemeriksaan usia yang lebih ketat untuk situs pornografi pada tahun lalu. Ia menyatakan bahwa pendekatan yang terlalu preskriptif tidak efektif, sehingga perusahaan diberikan kebebasan untuk menerapkan cara yang sesuai asalkan tetap menjaga privasi dan melindungi data masyarakat.

Beberapa perusahaan teknologi, termasuk Meta, meminta agar verifikasi usia diterapkan di tingkat perangkat melalui toko aplikasi agar pengguna di bawah umur otomatis terhalang mengunduh aplikasi media sosial. Meta menyampaikan kepada BBC bahwa mereka telah menerapkan beberapa metode rekomendasi Ofcom, namun pemeriksaan di tingkat perangkat dapat mengurangi beban pengguna untuk memverifikasi usia secara berulang di berbagai platform.

Langkah tersebut akan menempatkan tanggung jawab kepada Apple dan Google selaku pengelola sebagian besar ponsel pintar di dunia, di mana Apple sendiri telah memperkenalkan verifikasi usia di Inggris. Meskipun demikian, Ofcom menegaskan bahwa hal tersebut tidak membebaskan penyedia jaringan sosial dari kewajiban untuk melakukan pemeriksaan mereka sendiri.

Regulator mengakui belum memiliki angka pasti mengenai jumlah orang dewasa yang perlu membuktikan diri mereka tidak di bawah umur, namun mengakui jumlah akun yang harus ditangani perusahaan media sosial akan sangat besar. Mereka juga mengakui risiko penghindaran tidak dapat dihilangkan sepenuhnya dan sebagian anak tetap akan berhasil mengelabui pemeriksaan usia.

Tanggapan Kampanye Keselamatan Anak

Sejumlah pegiat keselamatan anak, termasuk Molly Rose Foundation dan NSPCC, menyambut baik panduan yang dikeluarkan oleh Ofcom. Kendati demikian, mereka mengingatkan pentingnya belajar dari penerapan larangan media sosial di Australia yang sebelumnya sempat dilompati oleh banyak anak di bawah 16 tahun.

Rani Govender selaku kepala keselamatan anak online di NSPCC menyatakan bahwa pemerintah dan Ofcom harus memastikan perusahaan teknologi bertanggung jawab memenuhi standar verifikasi usia demi menjaga keamanan anak-anak secara online. Sementara itu, kepala eksekutif Molly Rose Foundation, Andy Burrows, menilai Ofcom memiliki rekam jejak yang kurang memuaskan dalam menegakkan Undang-Undang Keselamatan Online.

Jonny Blunt selaku direktur urusan korporat divisi konsumen BT berpendapat bahwa keluarga perlu mempersiapkan anak-anak menghadapi kehidupan online setelah larangan diterapkan serta menyoroti risiko dari upaya menghindari pembatasan tersebut. Laporan verifikasi usia dari Ofcom kini akan dikaji oleh pemerintah dengan keputusan akhir yang dijadwalkan keluar pada akhir tahun ini.

Mungkin Anda Suka