Sebuah fenomena alam yang menarik perhatian para ilmuwan kelautan dunia terjadi di lepas pantai tenggara Australia. Jutaan belut laut dalam terpantau berkumpul di sekitar gunung bawah laut terpencil bernama Patience Seamount yang terletak di sebelah selatan Tasmania.
Pemijahan Massal Belut Laut Dalam
Studi terbaru yang dipimpin oleh ilmuwan kelautan Ben Scoulding dari lembaga riset Australia CSIRO mencatat angka fantastis pada puncak fenomena tersebut. Diperkirakan ada hingga 2,8 juta ekor belut basketwork dengan nama ilmiah Diastobranchus capensis yang berkumpul di lokasi itu.
Total bobot biomassa dari kawanan belut tersebut menembus angka 3.500 ton metrik atau setara dengan 3.860 ton AS. Ben Scoulding menjelaskan bahwa skala perkumpulan tersebut sangat luar biasa.
“Ukuran besarnya sungguh luar biasa. Memperkirakan ada hingga 2,8 juta belut dan lebih dari 3.500 ton biomassa terkonsentrasi di sekitar satu gunung bawah laut benar-benar menyoroti betapa uniknya kawasan ini,” ujar Scoulding mengutip ScienceAlert.
Para peneliti meyakini bahwa perkumpulan masif ini dilakukan untuk agenda vital berupa proses reproduksi atau pemijahan massal.
Pemilihan Lokasi Spesifik dan Sinyal Pemulihan
Meskipun wilayah tersebut dikelilingi oleh sekitar 120 gunung bawah laut di kawasan Taman Laut Huon dan Tasman Fracture, para belut secara spesifik hanya memilih Patience Seamount. Padahal, gunung-gunung lain di sekitarnya memiliki kedalaman serta karakteristik lingkungan yang relatif serupa.
Patience Seamount sendiri memiliki luas area yang tergolong mungil, yakni sekitar dua kilometer persegi. Namun, lokasi ini mampu menampung lonjakan populasi belut secara konsisten sejak bulan Maret hingga mencapai puncaknya pada bulan Mei.
Tim peneliti menghitung skala populasi tersebut dengan menggabungkan pengukuran teknologi sonar akustik dan rekaman kamera bawah air. Hasil pengamatan menunjukkan kawanan belut itu membentang sepanjang tiga kilometer, lebar dua kilometer, dan menjulang hingga 150 meter di atas dasar laut.
Selain belut basketwork, spesies ikan orange roughy atau Hoplostethus atlanticus juga menjadikan Patience Seamount sebagai titik kumpul. Ikan orange roughy menempati lereng atas yang curam, sementara belut basketwork memilih area dasar laut yang lebih dalam dan datar.
Kawasan Patience Seamount sebelumnya pernah mengalami kerusakan akibat aktivitas tangkap pukat dasar atau bottom trawling. Penetapan status taman laut yang dilindungi sejak tahun 2007 kini memperlihatkan sinyal pemulihan ekosistem yang positif, yang ditandai dengan pulihnya populasi ikan serta tumbuhnya kembali terumbu karang.
Studi lanjutan masih terus dilangsungkan untuk memetakan waktu pasti pemijahan belut tersebut agar perlindungan kawasan laut dalam dapat terus menjaga keberlanjutan spesies unik itu di masa depan.








