Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan bahwa jawaban yang diberikan oleh chatbot kecerdasan buatan (AI) tidak sepenuhnya akurat. Masyarakat diminta untuk selalu melakukan pemeriksaan ulang terhadap setiap informasi yang dihasilkan oleh teknologi tersebut.
Pentingnya Intervensi Manusia dan Verifikasi Sumber
Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Marroli Jeni Indarto, menyampaikan bahwa tidak ada jaminan kebenaran yang mutlak di dalam sistem AI. Oleh karena itu, keterlibatan manusia sangat diperlukan untuk melakukan pengecekan ulang serta mencari konfirmasi melalui sumber-sumber dan media online yang sudah terverifikasi.
Menurut laporan CNBC Indonesia, Marroli menjelaskan bahwa model AI berfungsi untuk membantu proses berpikir manusia, namun seluruh keputusan serta penilaian akhir harus tetap berada di tangan para pengguna. Pihak platform pengembang juga mengakui bahwa teknologi chatbot memiliki potensi untuk melakukan kesalahan.
Respons Terhadap Isu Viral Meta AI
Peringatan dari Komdigi ini muncul setelah sebelumnya beredar tanggapan Meta AI yang menjadi viral di media sosial. Jawaban chatbot tersebut menyebutkan bahwa pembatasan konten demonstrasi serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilakukan atas permintaan dari kementerian.
Informasi yang sempat dibagikan oleh banyak pengguna media sosial tersebut berkaitan dengan keluhan mereka mengenai konten yang mengalami penurunan tayangan maupun penurunan jangkauan.







