EKONOMI

Harga BBM Shell Indonesia Naik Per 1 November 2026

Harga BBM Shell Indonesia Naik Per 1 November 2026
Daftar Isi
  1. Kenaikan Harga Shell V-Power Diesel
  2. Lonjakan Harga Minyak Dunia
  3. Dampak Keamanan Regional dan Pasokan

Harga bahan bakar minyak di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Shell Indonesia dilaporkan mengalami kenaikan pada Minggu, 1 November 2026. Penyesuaian harga tersebut mengacu pada ketentuan pemerintah yang berlaku di Tanah Air.

Kenaikan Harga Shell V-Power Diesel

Berdasarkan informasi yang tercantum pada laman resmi perusahaan, bahan bakar jenis Shell V-Power Diesel dijual seharga Rp 27.620 per liter pada awal November 2026. Angka ini mencatatkan kenaikan sebesar Rp 2.200 apabila dibandingkan dengan harga pada periode sebelumnya di tanggal 1 Oktober 2026 yang berada di angka Rp 25.420 per liter.

Lonjakan Harga Minyak Dunia

Kenaikan harga bahan bakar ini terjadi seiring dengan lonjakan harga minyak global yang ditutup pada level tertinggi sejak akhir April pada perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026. Para pelaku pasar tengah bersiap menghadapi potensi eskalasi konflik yang melibatkan Iran menyusul pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat, ditambah adanya insiden serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz.

Berdasarkan laporan CNBC, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember ditutup menguat US$ 2,76 atau 2,4 persen menjadi US$ 117,64 per barel setelah sempat menyentuh level US$ 118. Sementara itu, kontrak minyak mentah berjangka West Texas Intermediate turut menguat US$ 2,12 atau 2,08 persen ke posisi US$ 104,12 per barel.

Wakil Presiden Senior Bidang Perdagangan di BOK Financial, Dennis Kissler, menyatakan bahwa para pedagang akan terus mencermati pasokan minyak dari Timur Tengah serta potensi eskalasi dari pasukan Amerika Serikat beserta sekutunya. Layanan keamanan maritim Inggris, UKMTO, melaporkan sebuah kapal tanker di Selat Hormuz terkena perangkat peledak yang dipasang dari perahu kecil, yang menjadi serangan pertama menggunakan limpet mine di jalur perairan tersebut sejak konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran dimulai pada Februari.

Dampak Keamanan Regional dan Pasokan

Pemerintah Amerika Serikat melalui Kedutaan Besar di Riyadh telah memerintahkan pegawai non-darurat dan keluarga mereka untuk meninggalkan Arab Saudi mulai 23 Oktober menyusul risiko keamanan. Keputusan tersebut merujuk pada serangan kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran terhadap fasilitas Saudi Aramco di Abqaiq, kilang Ras Tanura, serta kilang Rabigh.

Di sisi lain, perundingan damai terus diupayakan dengan mediator Qatar yang kembali ke Teheran, sementara Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa Wakil Presiden JD Vance telah menghubungi pihak Iran terkait bantuan medis dan upaya menghidupkan kembali perundingan. Kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Teheran telah menerima surat dari Vance namun meminta Amerika Serikat untuk memenuhi persyaratan mereka terlebih dahulu.

Saxo Bank memperkirakan harga minyak mentah ke depan akan berada pada kisaran antara US$ 70 hingga US$ 90 per barel akibat tingginya volatilitas pasar dari pemilu Israel dan pemilihan paruh waktu Amerika Serikat pada 3 November. Sementara itu, ekspor minyak mentah Arab Saudi pada Oktober tercatat meningkat, di sisi lain National Oil Corporation Libya melaporkan penutupan jalur pipa Hamada oleh kelompok bersenjata yang menghentikan aliran minyak sekitar 15.000 barel per hari.

Mungkin Anda Suka