Cara Menghitung Zakat Mal yang Akurat, Wajib Paham!

RiauOnline.id, Cara Menghitung Zakat Mal — Sebagai seorang umat muslim selain menjalankan ibadah, dan puasa, menyisihkan uang untuk berzakat juga menjadi kewajiban yang harus dilakukan.

Namun sayangnya sampai saat ini masih banyak yang bingung terkait bagaimana cara menghitung zakat mal, terlebih bagi yang sebelumnya belum pernah mencoba.

Zakat mal sendiri merupakan zakat yang menggunakan emas, uang, ataupun surat berharga untuk diberikan kepada orang yang membutuhkan.

Waktu yang umum dipakai membayar zakat ini ialah bulan Ramadhan, meskipun sebenarnya bisa dilakukan di semua bulan tergantung dengan kesiapan dari orangnya.

Inilah Cara Menghitung Zakat Mal dan Persyaratannya

Cara Menghitung Zakat Mal dan Persyaratannya
Cara Menghitung Zakat Mal dan Persyaratannya

1. Metode Perhitungan Zakat Mal

Topik pertama yang akan dibahas kali ini adalah cara menghitung zakat mal yang sering dipertanyakan oleh masyarakat secara umum.

UPDATE TERBARU:   [FULL] Niat, Doa dan Tata Cara Melaksanakan Salat Dhuha, Ikuti Beberapa Langkah Berikut ini

Pada dasarnya langkah awal dari perhitungan ini dinilai dari berapa kisaran besaran dari nishab yang sudah ditentukan.

Baca juga : Cara Menghitung BMI dengan Mudah dan Cepat

Sejauh ini untuk zakat mal berupa emas yakni berbobot 85 gram, kemudian kadar untuk menghitungnya ialah 2,5%. Berikut ini cara termudahnya.

2,5% x jumlah harta yang tersimpan 1 tahun (bisa berupa emas, uang, dan lain sebagainya).

2. Contoh Dasar Menghitung Zakat Mal

Untuk memudahkan Anda dalam memahami cara menghitung zakat mal ada satu contoh di bawah ini :

Anda adalah seseorang yang mempunyai harta berupa emas tersimpan dalam satu tahun senilai Rp 200.000.000.

Apabila harga emas pada hari ini adalah Rp 700.000/gram maka nilai nishab zakat adalah Rp 53.000.000.

Dengan begitu Anda pun dinyatakan sebagai orang yang berkewajiban untuk melakukan zakat mal.

Perhitungannya adalah : 2,5% x Rp 200.000.000 = Rp 5.000.000

Untuk cara menghitung zakat mal tersebut dapat menjadi patokan supaya Anda dapat memperkirakan kisaran nominal yang harus dibayarkan.

UPDATE TERBARU:   Apa Itu Tasyabbuh? Hal yang 'Wajib' Dihindari Dalam Islam?

Sebelum itu akan lebih baik jika Anda mengetahui berapa harga emas di pasaran pada hari itu.

Baca juga : Cara Menghitung PPh 21 Karyawan dan Pembagian Jenis Pajak

3. Persyaratan Harta yang Diperhitungkan Dalam Zakat Mal

Setelah mengetahui metode menghitungnya, Anda pun wajib mengerti apa saja persyaratan yang harus dipenuhi.

Ingat jadi bukan hanya pihak yang membayar saja yang memiliki persyaratan, melainkan juga hartanya.

Syarat dalam zakat mal sifatnya mutlak seperti di bawah ini penjelasannya:

  • Harta sudah dimiliki minimal 1 tahun lamanya
  • Harta telah memenuhi semua persyaratan dari nishab
  • Harta merupakan milik pribadi secara penuh
  • Harta tidak terbelit utang atau kewajiban, dalam artian terbebas
  • Harta sudah melebihi kebutuhan pokok dari pemilik
  • Harta semakin berkembang ataupun bertambah

Dalam memberikan zakat mal pun tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

UPDATE TERBARU:   [FULL] Niat, Doa dan Tata Cara Melaksanakan Salat Dhuha, Ikuti Beberapa Langkah Berikut ini

Maksudnya harus benar-benar diberikan kepada golongan orang-orang yang membutuhkan.

Misalnya, Anda ingin zakat ke anak yatim, tapi lihat dulu apakah mereka membutuhkan, ataukah sudah mampu?.

Baca juga : Cara Menghitung Roi Bagi Pebisnis Awal

Jadi memang ada beberapa kriterianya. Bahkan hal ini sudah diatur dalam Al-Quran lebih tepatnya di surat At Taubah ayat 60.

Dimana golongan itu meliputi Fakir, Miskin, Muallaf, Gharimin, Fisabilillah, Ibnu Sabil.

Akan lebih berguna jika memang Anda memberikan zakat mal kepada golongan-golongan tersebut.

Informasi penting lagi untuk melakukan zakat mal ini Anda bisa secara langsung memberikan kepada orangnya atau menitipkan kepada panitia yang bertugas.

Itulah tadi penjelasan terkait cara menghitung zakat mal beserta beberapa syarat yang harus diketahui.

Melakukan zakat di bulan suci ramadhan akan melengkapi iman dan ketakwaan Anda.

Jadi gunakan waktu sebaik mungkin, dan manfaatkan kesempatan untuk terus berbuat kebaikan kepada sesama manusia.