Cara Menghitung IRR Sebuah Perusahaan, Ini Tutorial Sederhananya!

RiauOnline.id, Tutorial Menghitung — Sebuah perusahaan tentunya memiliki perhitungan keuangan tersendiri, dalam menentukan keuntungan atau kerugian. Misalnya, cara menghitung IRR.

Untuk kamu ketahui, IRR adalah sebuah perhitungan yang kita peroleh dari sebuah proposal dalam bisnis.

Dengan catatan diskonto yang jadi present value cash inflow sama dengan invest awal.

IRR juga bertugas sebagai indikator berjalannya sebuah investasi perusahaan. Indikasi yang baik dalam sebuah investasi adalah memiliki rate of return lebih besar daripada laju invest dalam bentuk lain.

IRR juga berfungsi sebagai penentu sebuah investasi, apakah bisa kita lanjutkan atau tidak. Biasanya MARR (Minimum Acceptable Rate of Return) yang menjadi acuannya.

MARR merupakan laju pengembalian minimum dari sebuah investasi yang berani para investor ambil.

Rumus Dalam Cara Menghitung IRR

Cara Menghitung IRR
Cara Menghitung IRR

Rumusan cara menghitung IRR ini bergantung pada jumlah NPV yang kita hasilkan dari sebuah investasi adalah 0.

Dengan syarat utama yang menyebutkan IRR > SUKU BUNGA MARR.

Sebelum menghitung IRR, baiknya ketahui terlebih dahulu jumlah potongan rate yang bisa menghasilkan NPV=0.

Lalu lanjutkan dengan mencari discount rate untuk menghasilkan NPV yang negatif.

Rumus IRR adalah sebagai berikut:

  • IRR = rk + { NPV rk / (TPV rk – TPV rb)} + (rb-rk)

Dengan Keterangan:

  • IRR = Internal Rate of Return atau bisa kita artikan sebagai Tingkat Pengembalian Internal
  • rk = suku bunga dengan angka lebih kecil
  • rb = suku bunga dengan angka lebih besar
  • NPV rk = Net Present Value atau suku bunga kecil
  • TPV rk = Total Present Value atau suku bunga kecil
  • TPV rb = Total Present Value atau suku bunga besar

Dengan catatan,

Apabila hasil potongan rate mendapatkan hasil NPV = 0. Dan hasil dari IRR lebih besar dari diskonto, maka investasi dapat dilanjutkan.

Apabila nilai IRR sama dengan diskonto maka hanya akan mengembalikan modal saja. Namun, jika nilai IRR kuran dari nilai diskonto, maka kerugian yang akan didapatkan.

Dengan nilai seperti ini, akan lebih baik jika investasi tidak kita lanjutkan.

Contoh Cara Menghitung IRR

Misalkan kamu meminjamkan uang 1 juta kepada Andi. Sesuai syarat pinjaman, kamu akan mendapatkan pembayaran bunga 11% atau 110 ribu pada akhir tahun pertama.

Pada tahun kedua pembayaran bunga senilai 20% atau 200 ribu yang akan kamu dapatkan. Hingga akhirnya kamu pun akan mendapatkan kembali pokok pinjaman 1 juta tersebut.

Maka nilai IRR atau Tingkat Pengembalian Internal kamu pada jenis pinjaman ini akan menjadi 15,1825%.

Hasil tersebut didapat dari perhitungan sebagai berikut:

NPV dari 110.000 yaitu 95.500, dengan pemberian tingkat diskonto 15,1825% adalah, 110.000 : 1.151825 = 95.500

Sedangkan nilai NPV 1.200.000 yaitu 904.500, dengan ketentuan diberikan diskonto 15,1825%.

Maka perhitungannya 1.200.000 : ((1.151825) ^ 2) = 904.500

Dan 95.500 + 904.500 = 1.000.000 rupiah.

Dari contoh ini, seharusnya sudah ada gambaran cara kamu untuk menghitung IRR sebuah perusahan.

Ini mudah, namun kamu harus memahami setiap langkah yang harus kamu lakukan untuk mendapatkan perhitungan yang benar.

Penutup

Dengan mengetahui cara menghitung IRR, kamu bisa mengetahui jumlah dana pengembalian dari investasi yang akan kamu terima.

Dengan mengetahui jumlah IRR juga bisa membantu mengetahui, kinerja investasi mana yang akan menguntungkan.

Meski terbilang bukan perhitungan sempurna, tapi IRR dapat membantu kamu dalam meyakinkan sebuah prediksi keuangan.

Jika kamu akan mulai berinvestasi, baiknya hitung terlebih dahulu jumlah keuntungan yang akan kamu dapatkan.

Dengan demikian investasi yang akan kamu keluarkan tidak akan sia-sia atau menjadi tak berguna. Karena mengalami kerugian yang tak terelakkan.

Selain itu cara menghitung IRR juga berguna dalam menentukan jenis investasi, apakah akan berinvest pada barang atau pengembangan produk.

Contoh lain dari fungsi IRR adalah untuk membantu investor dalam menyeimbangkan risiko dan hadiah dalam pembelian jenis real estat.

Agar para investor tetap mendapatkan keuntungan dari jumlah investasi yang mereka keluarkan.

Baca juga informasi lainnya berikut ini:

Semoga beberapa informasi ini bermanfaat ya!

close