INTERNET

Bug Kritis PHP Lumpuhkan Situs Berbagai Negara

Bug Kritis PHP Lumpuhkan Situs Berbagai Negara
Daftar Isi
  1. Temuan Celah oleh AI
  2. Dampak dan Penanganan
  3. Panduan Pengamanan dari FBI

Pakar keamanan digital menemukan celah keamanan siber dengan tingkat kritis pada bahasa pemrograman PHP yang menjalankan sebagian besar situs web di seluruh dunia. Temuan berbahaya ini membuat banyak organisasi di berbagai negara memilih untuk menonaktifkan situs mereka sebagai langkah pencegahan.

Temuan Celah oleh AI

PHP adalah bahasa pemrograman sumber terbuka yang sudah dipakai selama lebih dari 30 tahun pada banyak situs web di internet. Sejumlah sistem manajemen konten populer seperti WordPress, Drupal, Joomla, dan Magento juga mengandalkan teknologi ini untuk beroperasi.

Pakar dari dua perusahaan keamanan siber bernama Calif dan Wiz mendapati kerentanan pada sistem kode PHP yang tersembunyi selama lebih dari sepuluh tahun dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan. Calif menemukan celah tersebut pada 1 Agustus menggunakan model bahasa besar, sementara Wiz memakai Wiz Atlas berbasis AI bersama Google Gemini 4 Argon dan OpenAI GPT-5.6 Sol.

Kerentanan itu baru bisa terdeteksi oleh AI setelah bertahun-tahun luput dari perhatian manusia. Keadaan tersebut mengindikasikan bahwa peretas juga dapat memakai kecerdasan buatan untuk mengeksploitasi kerentanan serupa demi melakukan pembobolan sistem.

Dampak dan Penanganan

Dua kerentanan yang diberi nomor CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619 tersebut berpotensi memungkinkan pelaku kejahatan siber menjalankan kode dari jarak jauh pada inti PHP. Situasi ini dinilai dapat membahayakan jaringan serta berbagai data sensitif yang tersimpan.

Dampak tersebut memicu para pengelola situs web, khususnya lembaga pemerintahan yang menyimpan data sensitif, untuk langsung mematikan situs mereka. Tindakan pencegahan itu diambil menyusul peringatan bahwa para peretas mulai memanfaatkan celah keamanan tersebut.

Peringatan resmi dikeluarkan oleh PHP Foundation pada Rabu (21/10) sebagai imbauan pengamanan agar tidak terjadi pembobolan pada situs-situs terkait. Mereka juga telah merilis versi terbaru PHP yaitu 8.5.12, 8.4.27, 8.3.36, dan 8.2.35 guna mengatasi kerentanan ini. Pada hari yang sama, lembaga keamanan siber di berbagai negara langsung mendesak pengguna PHP agar segera menerapkan pembaruan keamanan atau mematikan situs untuk sementara waktu.

Panduan Pengamanan dari FBI

Melalui sebuah unggahan di platform X pada Rabu (21/10), FBI mendesak seluruh organisasi pemerintah maupun pengelola situs web yang memakai kode PHP untuk segera mengamankan server mereka dari celah tersebut.

Bagi pengelola yang belum bisa melakukan pembaruan dalam waktu dekat, disarankan untuk menonaktifkan sistem secara keseluruhan sampai masalah selesai diatasi. Pengguna juga diminta segera memperbarui instalasi PHP berdasarkan panduan resmi pada situs php.net dengan memprioritaskan sistem yang terhubung langsung ke jaringan internet.

Selain itu, pengelola situs harus memantau aktivitas mencurigakan pada server seperti proses PHP yang meluncurkan command shell atau mengunduh file secara tiba-tiba guna mengenali potensi eksploitasi. Apabila ditemukan indikasi pembobolan, sistem yang terdampak harus segera diisolasi, sementara log server web dan log PHP perlu disimpan untuk proses pelaporan dan pencegahan sistem lainnya.

Mungkin Anda Suka