UMUM

AirNav Indonesia Pamerkan Inovasi Navigasi di AS

AirNav Indonesia Pamerkan Inovasi Navigasi di AS
Daftar Isi
  1. Pengembangan Teknologi untuk Wilayah Kepulauan
  2. Beragam Inovasi Digital dan AI
  3. Peluang Kolaborasi dan Standar Global

AirNav Indonesia menampilkan sejumlah inovasi untuk mendukung modernisasi layanan navigasi penerbangan dalam sesi Business Briefing pada rangkaian Aviation Safety and Security Reverse Trade Mission (RTM) yang diselenggarakan United States Trade and Development Agency (USTDA) di Arlington, Virginia, Amerika Serikat, Selasa (27/10).

Pengembangan Teknologi untuk Wilayah Kepulauan

Direktur Teknik Zainal Arifin Harahap sebagai representasi AirNav Indonesia menyampaikan bahwa pengembangan teknologi diarahkan untuk menjawab kebutuhan operasional pelayanan navigasi di wilayah kepulauan.

Inovasi yang dipaparkan mencakup pertukaran informasi penerbangan, pemanfaatan kecerdasan buatan, serta pemantauan gangguan sinyal navigasi satelit.

Zainal menjelaskan dalam keterangan resmi pada Jumat (30/10) bahwa mengelola navigasi di negara kepulauan menuntut adaptasi teknologi yang berkelanjutan. Perusahaan tidak hanya berfokus menjaga keandalan fasilitas komunikasi, navigasi, dan pengawasan, tetapi juga aktif mengembangkan inovasi digital dan AI untuk menjawab tantangan ruang udara yang semakin padat dan dinamis.

AirNav melayani navigasi penerbangan pada dua Flight Information Region, yakni FIR Jakarta dan FIR Ujung Pandang, dengan luas wilayah pelayanan sekitar 7,79 juta kilometer persegi. Dengan menangani sekitar 5.000 penerbangan per hari dan wilayah pelayanan yang berbatasan dengan 10 FIR negara tetangga, keandalan sistem serta koordinasi lintas batas menjadi kebutuhan penting dalam operasional perusahaan.

Beragam Inovasi Digital dan AI

Salah satu inovasi yang ditampilkan ialah sistem Flight and Flow Information for a Collaborative Environment (FF-ICE) untuk mendukung pertukaran informasi penerbangan. Sistem tersebut telah didemonstrasikan dalam APAC TBO Pathfinder Conference di Hanoi, Vietnam, pada 23 Juli 2025.

AirNav juga mengembangkan penyusunan NOTAM berbasis AI bersama Telkom University. Teknologi ini memanfaatkan model bahasa besar untuk membantu mengubah masukan bahasa biasa menjadi format NOTAM terstandar, guna mendukung efisiensi dan kecepatan penyusunan informasi bagi komunitas penerbangan.

Di bidang pemantauan, AirNav menampilkan GNSS Radio Frequency Interference Monitoring, yakni sistem untuk memantau gangguan frekuensi radio pada sinyal navigasi satelit secara waktu nyata. Sistem ini dirancang untuk mengidentifikasi indikasi gangguan, memetakan lokasinya, dan memberikan peringatan guna mendukung pemantauan operasional.

Pengembangan lainnya mencakup EMIRA, sistem manajemen lalu lintas udara terintegrasi dan modular yang dikembangkan secara internal, serta teknologi ADS-B berbasis Internet of Things untuk mendukung perluasan cakupan pengamatan penerbangan. Dalam forum tersebut, Zainal juga menyampaikan rencana pengembangan Remote/Digital Tower, Satellite-Based Augmentation System (SBAS), dan Transponder Landing System (TLS).

Peluang Kolaborasi dan Standar Global

Peluang kolaborasi mencakup studi kelayakan, riset, uji coba teknologi, serta pengembangan kompetensi personel. Remote/Digital Tower diarahkan untuk mendukung pelayanan di bandara dengan kepadatan lalu lintas rendah.

Rencana SBAS mencakup riset karakteristik ionosfer wilayah ekuatorial untuk mendukung peningkatan kinerja navigasi satelit. Sementara itu, TLS dijajaki sebagai pilihan pendukung pendekatan pendaratan presisi pada bandara dengan kondisi medan atau keterbatasan infrastruktur tertentu.

Zainal mengatakan bahwa forum ini membuka ruang kolaborasi teknis guna memastikan sistem navigasi nasional selaras dengan perkembangan standar keselamatan penerbangan global.

Program RTM berlangsung pada 26 Oktober hingga 6 November 2026 dengan melibatkan delegasi Indonesia dan Filipina. Sesi Business Briefing mempertemukan delegasi dengan perusahaan Amerika Serikat untuk membahas kebutuhan pengembangan dan peluang kolaborasi teknologi di bidang keselamatan dan keamanan penerbangan.

Mungkin Anda Suka