Mengenal Karangan Narasi Bagi Penulis Pemula

Hijaz.id, Umum — Narasi adalah suatu pengembangan paragraf yang memuat rangkaian peristiwa yang dijabarkan dengan urut dari awal tengah dan akhir. Paragraf ini ditulis dengan tujuan untuk memberikan informasi, wawasan serta memperluas pengetahuan, baik pengetahuan penulis maupun pembaca, dan yang paling penting harus ditulis dengan runtut agar pembaca mendapat pengalaman estetis saat membaca sebuah tulisan.

Berbagai Pengertian Narasi Menurut Para Ahli

Berbagai Pengertian Narasi Menurut Para Ahli
Berbagai Pengertian Narasi Menurut Para Ahli

1. Keraf (2010)

Narasi adalah sebentuk wacana yang berusaha menggambarkan suatu peristiwa yang terjadi kepada pembaca dengan sejelas- jelasnya. Karangan ini berusaha menjawab sebuah pertanyaan “apa yang terjadi”.

Karangan dalam bentuk ini berusaha mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa yang membuat pembaca seolah-olah dapat melihat dan mengalami sendiri peristiwa tersebut.

2. Sirait (1985)

Narasi adalah karangan yang berhubungan dengan rangkaian peristiwa. Karangan tersebut bertujuan untuk mengatakan kepada pembaca tentang apa saja yang telah terjadi.

Beliau mengatakan bahwa permasalahan paling pokok dalam suatu narasi adalah perbuatan, tindakan atau aksi. Suatu peristiwa akan kehilangan estetikanya jika diceritakan tanpa runtutan yang mudah dimengerti.

3. Atar Semi (2003)

Narasi merupakan suatu bentuk percakapan atau tulisan yang memiliki tujuan untuk penyampaian atau penceritaan serangkaian peristiwa atau pengalaman manusia seiring perkembangan waktu.

Baca Juga:   Bilangan Biner Beserta Penjelasan Paling Lengkap!

Sebuah narasi harus mengalir apik sesuai denganjalan cerita sebenarnya. Tiap kejadian demi kejadian yang berlangsung pada saat itu ditulis dengan singkat,padat namun jelas.

4. Ismail Marahimin (1994)

Pengertian narasi yaitu serangkaian kejadian atau peristiwa yang dibuat cerita dengan adanya suatu konflik yang dialami seorang atau lebih tokoh.

Cerita dalam narasi terdiri atas aksi dan reaksi, baik dari satu tokoh dengan tokoh lainnya atau satu tokoh dengan lingkungannya. Karangan ini akan lebih menarik jika setiap kejadiannya diceritakan dengan sebenarnya.

5. Widjono (2007)

Narasi merupakan sebuah uraian yang berisi cerita tentang suatu tindakan, kejadian atau keadaan yang buat berurutan dari permulaan hingga akhir sehingga memperlihatkan hubungan antara satu kejadian dengan kejadian lainnya.

Tanpa urutan yang jelas, karangan seperti ini akan kehilangan esensinya, karena pembaca akan kebingunan mencerna cerita- cerita tersebut.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian narasi adalah suatu cerita atau deskripsi kejadian atau peristiwa, kisahan, tema suatu karya seni.

Ciri-Ciri Karangan Narasi

Suatu karangan narasi memiliki perbedaan dengan bentuk karangan- karangan lainnya. Hal inilah yang menjadi ciri khas dari sebuah narasi.

Ciri-ciri narasi menurut Gorys Keraf yaitu tindakan atau perbuatan lebih ditonjolkan, kronologi waktu kejadian suatu cerita narasi terangkai dengan baik, karangan narasi dibuat sebagai upaya untuk menjawab pertanyaan “apa yang terjadi?” dan terakhir pasti terdapat konflik dalam sebuah narasi.

Sedangkan menurut Atar Semi ciri-ciri narasi yaitu pengalaman penulis menjadi inti cerita dari sebuah narasi, kejadian yang disampaikan dapat berupa kejadian nyata, tidak nyata (imajinasi) maupun gabungan keduanya.

Baca Juga:   Musyawarah: Pengertian, Ciri-Ciri, Tujuan, dan Manfaat

Ciri selanjutnya konflik merupakan unsur yang membuat narasi jadi lebih menarik, narasi memuat nilai estetik dan narasi menceritakan kronologi kejadian dengan runtut

Unsur-Unsur Penting dalam Sebuah Narasi

Sebagaimana pengertian narasi yang telah diuraikan sebelumnya, dalam sebuah karangan jenis ini terdapat unsur- unsur penting yang tidak boleh ketinggalan.

Demi keutuhan dan kejelasan sebuah cerita, unsur tersebut harus selalu disertakan. Unsur- unsur penunjang cerita narasi salah satuya yaitu tokoh Tokoh merupakan pelaku dalam sebuah cerita. Tokoh dapat berupa aku, kami, dia, atau pun mereka.

Selanjutnya terdapat unsur Latar, yaitu keterangan mengenai tempat kejadian perkara (misalnya gedung, rumah, pantai, gunung atau kota tertentu), waktu (tanggal, bulan, tahun, atau pun periode tertentu), suasana (menakutkan, menyeramkan, menyenangkan dan lain-lain).

Unsur penting terakhir adalah urutan kejadian, yaitu runtutan kejadian yang dijelaskan sesuai dengan kronologi. Misalnya:

  • Sore itu diseberang jalanan berbatu
  • Aku melihat seorang anak kecil bermata sembab berjalan dengan malas ke tepi sungai
  • Tak lama kemudian aku lihat lagi, anak itu sudah tidak ada
  • Rupanya ia terjun ke sungai mungkin terpeleset atau bermaksud untuk bunuh diri

Struktur Narasi

Selain memiliki unsur-unsur penting, narasi juga memiliki sebuah struktur penyusun yang berfungsi untuk menunjang estetika sebuah narasi.

Struktur yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  1. Pengenalan, yaitu penjabaran mengenai tokoh, latar, suasana dan lain-lain
  2. Awal pertikaian, yaitu suatu bagian dimana terjadi konflik awal pada tokoh yang akan menjadi sebab dari konflik- konfik berikutnya
  3. Klimaks, yaitu puncak konflik atau pertikaian yang akan menjadi inti cerita
  4. Antiklimaks, yaitu penyelesaian dari konflik- konflik dalam cerita. Bagian ini akan menjadi pertanda dari akhir sebuah cerita narasi.
Baca Juga:   Cara Menghitung Masa Kerja di Excel Bagi Karyawan

Jenis-Jenis Karangan Narasi

Karangan narasi menyajikan suatu cerita yang seolah- olah dialami sendiri oleh pembaca. Cerita yang disajikan disusun berdasarkan urutan waktu tertentu.

Rangkaian waktu tersebut mengisahkan kehidupan yang begitu dinamis. Konflik- konflik yang disajikan memberikan informasi dan hikmah bagi para pembacanya.

Gorys Keraf (2010) membagi karangan narasi dalam beberapa jenis, sebagai berikut:

Narasi ekspositoris

Karangan tersebut bertujuan menggugah pikiran pembaca untuk mengetahui kisah yang disajikan. Perluasan pengetahuan adalah sasaran utama karangan jenis ini.  Narasi ini berusaha menyampaikan informasi tentang peristiwa yang berlangsung.

Peristiwa dalam karangan ini disajikan secara runtut untuk memperluas pengetahuan pembaca. Narasi ekspositoris dapat bersifat generalis maupun khusus.

Narasi Sugestif

Narasi ini bertujuan memberikan makna sebagai suatu pengalaman. Narasi jenis ini lebih melibatkan imajinasi para pembaca. Penalaran dalam narasi sugestif berfungsi sebagai alat penyampaian makna.

Bahasa yang digunakan pun cenderung figuratif sehingga menitikberatkan pada kata- kata konotatif atau perandaian. Karangan jenis ini bisa juga disebut karangan tidak nyata atau fiktif.

Narasi Artistik

Cerita yang disajikan dalam karangan ini juga bersifat imajinatif. Bahasa- bahasa yang digunakan cenderung figuratif. Maksud dari dibuatnya narasi jenis ini adalah untuk menyampaikan amanat tersembunyi kepada pembaca.

Dalam karangan jenis ini pembaca digiring untuk berimajinasi sesuai runtutan cerita yang disajikan.