Daftar Isi
Warga di kawasan Bojonegoro dan sekitarnya sempat dihebohkan dengan kemunculan suara dentuman keras yang memicu berbagai spekulasi. Suara misterius tersebut dikaitkan dengan sejumlah dugaan, mulai dari kejatuhan meteor, aktivitas geologi, hingga fenomena atmosfer.
Penjelasan Ilmiah Lintas Disiplin
Menanggapi peristiwa tersebut, dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Givo Alsepan, menyatakan bahwa suara dentuman yang sumbernya belum diketahui tidak bisa langsung dihubungkan dengan suatu fenomena tertentu. Berdasarkan keterangannya yang dikutip dari laman IPB pada Jumat (30/10/2026), diperlukan kajian ilmiah komprehensif yang memadukan bukti dari bidang geofisika, fisika atmosfer, serta astronomi.
Menurut Givo Alsepan kepada Tech – Berita AI, Gadget, Teknologi dan Sains – CNBC Indonesia, kesamaan suara tidak serta-merta menunjukkan kesamaan penyebab kejadian. Ia menegaskan bahwa identifikasi sumber bunyi harus didasarkan pada penggabungan bukti lintas ilmu, bukan sekadar bertumpu pada rekaman media sosial atau kesaksian warga.
Kemungkinan Meteor dan Aktivitas Atmosfer
Givo memaparkan beberapa potensi penyebab yang harus ditelusuri lebih lanjut, salah satunya adalah meteor yang menembus atmosfer Bumi berkecepatan tinggi. Gesekan benda langit dengan atmosfer menimbulkan panas intensif yang dalam kondisi tertentu mampu memicu gelombang kejut berupa suara dentuman di permukaan.
Kendati demikian, kemunculan kilatan cahaya di sekitar waktu kejadian belum cukup kuat untuk memvalidasi bahwa insiden tersebut berasal dari meteor. Pihaknya menilai verifikasi rekaman visual sangat diperlukan, termasuk memastikan waktu kejadian, titik pengambilan gambar, serta arah lintasan objek.
Kemungkinan berikutnya berkaitan dengan dinamika atmosfer, seperti sambaran petir atau pergeseran temperatur udara yang berdampak pada perambatan suara. Pada situasi khusus, fenomena inversi suhu sanggup membelokkan gelombang bunyi sehingga suara dari sumber yang jauh terdengar sangat nyaring di area tertentu.
Pemeriksaan Aktivitas Geologi
Faktor lain berupa aktivitas tektonik atau geologi turut menjadi hal yang perlu diperiksa menggunakan data yang akurat. Pelepasan energi dari pergeseran batuan memang mampu memproduksi gelombang seismik, tetapi suara dentuman keras tidak otomatis mengindikasikan terjadinya gempa bumi.
Berdasarkan laporan pemberitaan pada tanggal 19-20 Oktober 2026, pihak BMKG Nganjuk mencatat tidak ada aktivitas kegempaan di sekitar Gunung Pandan yang bisa dihubungkan secara langsung dengan peristiwa tersebut. Data ini memperlemah dugaan gempa tektonik, namun tetap belum bisa memastikan apakah sumbernya berasal dari meteor atau gangguan atmosfer.
Givo menyarankan agar penyelidikan dilakukan dengan memeriksa rekaman kamera pengawas dari berbagai titik, informasi cuaca, data seismograf, serta catatan aktivitas petir. Selain itu, laporan masyarakat perlu didukung dengan detail waktu, titik lokasi, arah datangnya suara, serta selang waktu antara kilatan cahaya dan dentuman.
Masyarakat diimbau untuk tidak gegabah menyebarkan dugaan yang belum terbukti kebenarannya sebagai sebuah fakta. Warga yang memiliki dokumentasi diminta menyimpan berkas aslinya untuk diserahkan kepada pihak yang berwenang, serta diminta menjauhi benda asing atau lokasi terdampak demi alasan keamanan.








