Cara Menghitung Kubikasi dan Volume Barang Super Gampang!

RiauOnline.id, Cara Menghitung — Mengetahui cara menghitung kubikasi barang sangat bermanfaat untuk keperluan pengiriman barang atau cargo. Namun, masih banyak orang yang tidak terlalu paham tentang cara untuk menghitung kubikasi.

Alhasil, banyak pelanggan yang melakukan komplain kepada pihak jasa ekspedisi karena berat yang dihitung oleh pelanggan berbeda dengan pihak ekspedisi.

Hal ini karena pelanggan menimbang menggunakan satuan kilogram.

Sedangkan jasa ekspedisi menghitung barang yang dikirim menggunakan hitungan volume jika barang yang dikirim ringan namun ukurannya besar.

Agar tidak salah menghitung lagi, simak ulasan di bawah ini tentang cara menghitung kubikasi dan volume barang.

Rumus Cara Menghitung Kubikasi Barang

Rumus cara menghitung kubikasi barang yaitu Kubikasi = Panjang (P) x Lebar (L) x Tinggi (T) / 1.000.000.

Perhitungan kubikasi ini biasanya untuk pengiriman barang dalam jumlah yang banyak dan agar harga yang didapatkan lebih murah melalui ekspedisi laut.

Selain itu,

UPDATE TERBARU:   Cara Mudah Menghitung BEP (Break Even Point) Paling Sederhana, Coba Dech!

seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, perhitungan kubikasi ini berlaku untuk barang yang memenuhi minimal berat barang untuk perhitungan kubikasi di sebuah jasa ekspedisi.

Minimal berat barang tersebut berbeda-beda tergantung jasa ekspedisi yang Anda pilih.

Jika ternyata barang tidak memenuhi berat minimal untuk perhitungan kubikasi, maka barang akan ditimbang atau dihitung menggunakan berat volume barang.

Bagaimana cara menghitung berat volume barang? Ini dia rumusnya.

Rumus Cara Menghitung Volume Barang Via Jalur Laut dan Darat

Jika sebuah barang yang Anda kirim ringan namun memiliki ukuran yang besar, maka jasa ekspedisi biasanya memberlakukan biaya dengan hitungan berat volume barang.

Rumus untuk volume barang yaitu  V = P x L x T / 4000.

P adalah panjang, L adalah Lebar, dan T adalah tinggi barang yang akan Anda kirim.

UPDATE TERBARU:   Cara Menghitung SHU (Sisa Hasil Usaha) Beserta Contoh Kasusnya!

Rumus tersebut berlaku untuk pengiriman barang melalui jalur laut maupun jalur darat. Sedangkan, untuk pengiriman barang via jalur udara memiliki rumus volume barang yang berbeda.

Rumus Cara Menghitung Volume Barang Melalui Jalur Udara

Untuk menghitung volume barang yang ingin Anda kirim melalui jalur udara, maka rumus yang digunakan yaitu V =P x L x T/ 6000.

Dengan keterangan P adalah panjang barang, L adalah lear barang, dan T adalah tinggi barang.

Cara Menghitung Berat Volume dan Kubikasi untuk Packing Kayu

Barang-barang yang telah dipacking menggunakan kayu tidak menggunakan rumus kubikasi dan volum seperti di atas.

Berat volume dan kubikasi suatu barang diukur setelah barang dipacking kayu. Rumus untuk menghitung berat volume dan kubikasi barang yaitu setiap panjang, tinggi, dan lebar barang ditambah 7 cm.

Secara umum, berat barang dalam pengiriman barang pun ada dua jenis. Dua jenis tersebut yaitu berat volume dan berat aktual.

UPDATE TERBARU:   Analisis Usaha Toko Klontong: Aspek Pemasaran dan Rencana Keuangan

Apa itu berat aktual? Berat aktual adalah hasil dari penimbangan.

Sedangkan, berat volume adalah berat dari ukuran panjang, tinggi, dan lebar dari barang yang ingin Anda kirim.

Antara kedua jenis berat ini, berat barang yang digunakan yaitu nilai yang lebih tinggi dari hasil perhitungan kedua jenis berat tersebut.

Sebagai contoh, sebuah kasur akan dikirimkan mellaui jalur darat dan memiliki berat aktual 100 kg, sedangkan berat volumenya adalah 787, 5 kgv. Maka, berat yang digunakan untuk perhitungan tarif yaitu berat volume sebesar 787, 5 kgv.

Terdapat pula catatan penting yang perlu Anda ingat bahwa pengukuran panjang, lebar, dan tinggi barang selalu menggunakan satuan cm.

Sedangkan satuan untuk cara menghitung kubikasi yaitu menggunakan m3.

Nah, itulah penjelasan tentang cara menghitung kubikasi dan volume barang untuk pengiriman melalui jasa ekspedisi.

Tinggalkan komentar