Harga minyak mentah dunia melesat lebih dari 2 persen pada perdagangan Jumat (30/10/2026) hingga mencapai posisi tertinggi sejak akhir April. Kenaikan tersebut terdorong oleh kekhawatiran para pelaku pasar atas potensi memanasnya konflik yang melibatkan Iran setelah pelaksanaan pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat.
Selain faktor politik global, ancaman terhadap pasokan energi kian menguat menyusul insiden keamanan di kawasan perairan strategis Timur Tengah. Sebuah kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz dilaporkan terkena ledakan dari perahu kecil, yang menurut lembaga keamanan maritim Inggris UKMTO semakin mempertegas risiko gangguan pasokan bahan bakar dari wilayah Teluk.
Rincian Kenaikan Harga Minyak Brent dan WTI
Mengutip data CNBC, minyak Brent pengiriman Desember ditutup menguat 2,76 dolar AS atau 2,4 persen ke tingkat 117,64 dolar AS per barel, setelah sempat menyentuh angka 118 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak Brent untuk kontrak Januari yang lebih aktif diperdagangkan naik 2,63 dolar AS menjadi 113,43 dolar AS per barel.
Di saat yang sama, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) terkerek 2,12 dolar AS atau 2,08 persen hingga bertengger di level 104,12 dolar AS per barel. Sepanjang bulan tersebut, minyak Brent mencatatkan pertumbuhan sebesar 13,6 persen, sedangkan WTI mengalami peningkatan hingga 15,2 persen.
“Para pedagang akan tetap fokus pada arus minyak dari Timur Tengah serta kemungkinan eskalasi oleh pasukan AS dan sekutunya,” ujar Wakil Presiden Senior Bidang Perdagangan BOK Financial, Dennis Kissler.
Profil Pembisnis dan Pergerakan Komoditas Emas
Seperti dilaporkan Liputan6.com, dinamika pasar minyak dunia tersebut menjadi salah satu kabar yang paling banyak mendapat perhatian publik. Di samping berita energi, kisah inspiratif taipan asal Inggris, Sir Jim Ratcliffe, turut menyita perhatian. Putra seorang tukang kayu asal Greater Manchester yang berbekal pendidikan teknik kimia dari University of Birmingham serta gelar MBA dari London Business School itu memberanikan diri menggadaikan rumah di usia 40 tahun hingga kini menguasai kekayaan bernilai Rp706 triliun.
Sementara dari pasar logam mulia domestik, harga emas batangan di Pegadaian pada Sabtu (31/10/2026) justru mengalami penurunan. Emas cetakan Galeri24 melorot Rp35.000 menjadi Rp2.443.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp2.478.000 per gram.
Koreksi juga terjadi pada emas Antam yang turun Rp21.000 menjadi Rp2.564.000 per gram, meski nilainya tetap menjadi yang tertinggi di antara produk lainnya. Adapun emas cetakan UBS terpangkas Rp34.000 hingga ditutup pada level Rp2.467.000 per gram, di mana pihak pengelola mengingatkan bahwa harga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dinamika pasar.





