Warga Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas, Jawa Tengah, dapat menukar minyak jelantah dengan uang tunai di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Minyak bekas memasak yang terkumpul selanjutnya akan diolah menjadi bahan bakar seperti Bioavtur dan Green Gasoline.
Program Uji Coba Pertamina dan Kementerian Koperasi
Program uji coba pengumpulan minyak jelantah ini digagas Pertamina Patra Niaga bersama Kementerian Koperasi. Peluncurannya dilaksanakan di KDKMP Desa Dawuhan pada Kamis (29/10).
Samini, seorang warga setempat, mengatakan sebelumnya ia mengumpulkan sisa minyak goreng untuk pembuatan lilin darurat. Kini, minyak jelantah yang dikumpulkan bisa ditukar dengan uang tunai di koperasi.
“Setiap selesai menggoreng di rumah, sisa minyaknya saya kumpulkan sedikit demi sedikit. Dulu cuma dipakai sendiri untuk bikin lilin kalau mati lampu. Sekarang senang sekali karena bisa ditukarkan jadi uang tunai di koperasi. Tentu jadi makin semangat mengumpulkan jelantah dari dapur karena bisa menambah uang belanja kebutuhan sehari-hari,” ujar Samini seperti dilaporkan detikcom.
Manfaat Ekonomi dan Kesehatan Warga
Warga lainnya bernama Yati menyatakan program tersebut membantu ekonomi keluarga. Ia juga menyebut pengumpulan minyak jelantah dapat mengingatkan warga agar tidak menggunakan minyak goreng berulang kali.
“Bagi ibu-ibu yang rutin memasak, program ini sangat bermanfaat. Minyak yang tadinya dibuang atau berbahaya kalau dipakai berulang kali, sekarang dikumpulkan dan disetorkan ke koperasi. Minyak jelantah yang dulu tidak bermanfaat kini jadi rupiah dan membawa berkah,” tutur Yati seperti dimuat detikcom.
Ketua KDKMP Desa Dawuhan, Suparjo, menjelaskan warga serta pelaku usaha kuliner mulai menyetorkan minyak jelantah setelah sosialisasi dilakukan sepekan terakhir.
“Respons masyarakat sangat baik. Untuk tingkat rumah tangga, warga mampu mengumpulkan lebih dari setengah liter per minggu. Sementara dari pelaku UMKM kuliner dan gorengan di sekitar desa, ada yang mampu menyetorkan 10, 20, hingga 25 liter minyak jelantah dalam seminggu,” kata Suparjo kepada detikcom.








