SMARTPHONE

Pengiriman HP Global Anjlok 20 Persen, Samsung Rajai Pasar

Pengiriman HP Global Anjlok 20 Persen, Samsung Rajai Pasar

Pengiriman smartphone global mengalami penurunan tajam sebesar 20 persen secara tahunan menjadi 254,7 juta unit pada kuartal III 2026. Berdasarkan laporan yang dirilis pada Kamis (29/10/2026), perusahaan riset Omdia menyampaikan bahwa kenaikan harga perangkat memberatkan permintaan konsumen, khususnya di kawasan berkembang.

Faktor Pendorong Penurunan Pasar

Distributor serta peritel mengambil langkah waspada dalam menambah stok persediaan. Kondisi ini disebabkan oleh harga perangkat yang kian mahal sehingga mendongkrak kebutuhan modal usaha secara signifikan. Lonjakan biaya komponen memaksa para vendor melakukan penyesuaian harga jual serta spesifikasi produk mereka.

Di samping itu, situasi ekonomi seperti inflasi, pelemahan nilai tukar mata uang, serta naiknya biaya hidup ikut menggerus daya beli masyarakat. Kawasan Afrika mencatat persentase kejatuhan pengiriman paling parah hingga menyentuh angka 39 persen. Di sisi lain, wilayah Amerika Utara menunjukkan ketahanan yang lebih baik berkat adanya dukungan pembiayaan dari operator telekomunikasi serta program tukar tambah.

Pasar berkembang, yang sebelumnya menjadi tumpuan utama ekspansi volume ponsel pintar dunia, saat ini menghadapi tekanan paling berat akibat lonjakan harga, ungkap Sanyam Chaurasia selaku Principal Analyst Omdia dalam laporan tersebut.

Daftar Pabrikan Teratas dan Proyeksi

Samsung tetap mempertahankan posisi puncak dengan total pengiriman sebanyak 57,8 juta unit, kendati mengalami koreksi 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Apple menyusul di peringkat kedua dengan capaian 56,5 juta unit atau relatif stabil tanpa perubahan tahunan.

Xiaomi menduduki posisi ketiga dengan angka pengiriman 30,7 juta unit atau merosot 29 persen. Pabrikan OPPO, yang membawahi Realme serta OnePlus, membukukan pengiriman 23,4 juta unit setelah anjlok 39 persen. Sementara itu, Vivo mengirimkan 19,3 juta unit dengan penurunan sebesar 33 persen.

Akibat tekanan biaya komponen dan pelemahan pasar ini, sebagian masyarakat memilih untuk menunda pembelian perangkat baru atau beralih menggunakan gawai rekondisi. Omdia memproyeksikan pengiriman ponsel pintar sepanjang tahun 2026 secara keseluruhan akan terkoreksi sebesar 12 persen.

Tekanan terhadap industri ini diprediksi masih akan berlanjut pada tahun 2027 dengan laju penurunan yang lebih melambat, sementara kendala pasokan memori berpotensi menjaga harga perangkat tetap tinggi. Perlu dicatat bahwa data pengiriman ke jalur distribusi ini tidak selalu sama persis dengan angka pembelian langsung oleh konsumen akhir.

Mungkin Anda Suka