EKONOMI

3 Rekomendasi Kadin untuk Perkuat Ekonomi Nasional

3 Rekomendasi Kadin untuk Perkuat Ekonomi Nasional

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengeluarkan tiga rekomendasi strategis dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2026. Langkah tersebut disiapkan untuk memperkokoh ketahanan dunia usaha domestik menghadapi ketidakpastian dan dinamika ekonomi global.

Tiga Poin Strategis Kadin Indonesia

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menjelaskan, tiga poin utama tersebut berpusat pada penguatan ketahanan ekonomi, jaminan pasokan bahan baku, serta kepastian iklim investasi dan usaha.

Pada poin pertama, Anindya menyoroti pentingnya melindungi bantalan ekonomi nasional dari potensi goncangan eksternal. Upaya ini dilakukan dengan menjaga kestabilan arus kas pelaku usaha, memelihara kesehatan fiskal pemerintah pusat maupun daerah, serta merawat daya beli masyarakat.

“Bantalan itu apa? satu, menjaga arus kas usaha dan tentunya juga negara dan juga fiskal daerah di dalamnya, dan daya beli rumah tangga sehingga usaha rakyat dan industri penyerapannya bisa kuat,” kata Anindya usai penutupan Rapimnas Kadin 2026 di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Poin kedua menekankan ketersediaan dan kepastian pasokan bahan baku demi kelangsungan proses produksi, khususnya bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kerakyatan. Kadin mendorong penguatan rantai pasok nasional lewat integrasi hulu ke hilir dengan sistem closed loop.

Dorong Ekspor dan Strategi 5D

Rekomendasi ketiga ditujukan untuk mendongkrak daya saing Indonesia di kancah internasional melalui jaminan kepastian berusaha. Walau Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar US$ 7 miliar pada tahun ini, perluasan akses pasar global tetap perlu digenjot lewat berbagai perjanjian kerja sama perdagangan baru.

Guna mempercepat penetrasi produk lokal di pasar global, Kadin Indonesia meluncurkan kampanye perdagangan dan investasi.

“Kadin mengusung jargon untuk mendorong penguatan perdagangan dan investasi, yakni Buy from Indonesia dan Buy Indonesia,” ujar Anindya.

Anindya memaparkan bahwa peluang ekspor nasional masih menyimpan potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Dari total nilai ekspor nasional yang berada di kisaran US$ 300 miliar, kontribusi langsung dari kekayaan alam dan sumber daya Indonesia baru mencapai sekitar US$ 60 miliar.

Sebagai pendukung akselerasi tersebut, Kadin memperkenalkan rumusan Strategi 5D. Pendekatan ini mencakup disiplin dan desentralisasi fiskal, percepatan deregulasi, debottlenecking hambatan usaha, penguatan peran Danantara sebagai enabler pertumbuhan, serta pendampingan berkelanjutan agar UMKM dapat naik kelas.

Mungkin Anda Suka