General Motors sepakat untuk membayar sebesar US$220 juta guna menyelesaikan gugatan hukum lintas negara bagian terkait program OnStar Smart Driver. Produsen otomotif tersebut digugat oleh jaksa agung dari 35 negara bagian di Amerika Serikat serta District of Columbia.
Penjualan Data Tanpa Izin
Seperti dilaporkan Engadget, General Motors mendaftarkan jutaan pelanggan ke dalam program Smart Driver dan memantau kebiasaan berkendara mereka antara tahun 2016 hingga 2024. Perusahaan otomotif ini memanfaatkan program tersebut untuk mencatat data pengereman mendadak, kecepatan tinggi, serta kebiasaan berkendara pada larut malam, lalu memperjualbelikannya kepada pihak pialang data untuk kebutuhan asuransi.
Aktivitas penjualan informasi tersebut berujung pada kenaikan premi asuransi bagi para pelanggan berdasarkan catatan yang dikumpulkan oleh program itu. Para jaksa agung menyatakan bahwa General Motors tidak pernah memberitahu konsumen bahwa data mereka akan dijual untuk keperluan tersebut. Sejumlah besar pengemudi bahkan tidak mengetahui bahwa mereka terdaftar sebagai peserta program.
Perusahaan memberikan insentif berupa bonus kepada pihak diler agar mendaftarkan pelanggan sebanyak mungkin ke program Smart Driver. Dalam beberapa kasus, pegawai diler diduga menyetujui syarat dan ketentuan program atas nama pelanggan tanpa persetujuan jelas dari yang bersangkutan.
Kelalaian Pemberitahuan dan Sanksi Lanjutan
General Motors juga tidak selalu memberikan informasi kepada pelanggan mengenai status pendaftaran mereka. Para jaksa agung mengungkapkan bahwa lebih dari 370.000 pengemudi sempat diberi tahu bahwa mereka tidak terdaftar, padahal kenyataannya mereka masuk dalam sistem.
Meskipun perusahaan akhirnya mengeluarkan para pengemudi tersebut dari program, mereka tidak memberikan pemberitahuan terkait kesalahan itu dan tetap memperjualbelikan data yang terkumpul. Para jaksa agung mendeskripsikan data yang dikumpulkan oleh General Motors sebagai informasi yang bersifat pribadi, dapat diidentifikasi secara spesifik, serta terperinci.
Sebagai bagian dari penyelesaian hukum ini, General Motors diwajibkan untuk membatasi pengumpulan data berkendara dari pelanggan serta melindungi informasi pribadi mereka di masa mendatang. Perusahaan tersebut juga akan dikenai kewajiban evaluasi program privasi serta perlindungan data secara internal dan mandiri, di samping pengawasan dan pelatihan tambahan bagi diler-diler mereka. Sebelumnya pada tahun ini, Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat telah melarang General Motors membagikan data konsumen tertentu kepada pihak ketiga selama lima tahun akibat permasalahan ini, sementara pada bulan Mei lalu pabrikan tersebut telah mencapai kesepakatan terpisah senilai US$12,75 juta dengan Negara Bagian California.







