KOMPUTER

Anduril dan Qualcomm Berkolaborasi Kembangkan Laptop BlueChip

Anduril dan Qualcomm Berkolaborasi Kembangkan Laptop BlueChip

Perusahaan pertahanan Anduril milik Palmer Luckey menjalin kemitraan strategis dengan Qualcomm untuk meluncurkan lini laptop baru bernama BlueChip pada awal tahun 2027. Prototipe perdana dari proyek ini merupakan perangkat tahan banting yang ditenagai cip seri Snapdragon X berbasis Arm dengan sasaran utama pasar militer Amerika Serikat, sementara target jangka panjangnya adalah memproduksi laptop secara sepenuhnya di dalam negeri.

Fokus Manufaktur dan Tantangan Komponen Lokal

Ketergantungan rantai pasok global komputer yang melibatkan Tiongkok, Taiwan, dan berbagai negara lain membuat laptop BlueChip gelombang awal hanya berstatus dirancang serta dirakit di Amerika Serikat, sebagaimana diumumkan dalam siaran pers resmi Anduril. Perakitan tersebut rencananya akan berpusat di fasilitas Arsenal-1 milik Anduril yang berlokasi di Ohio.

Dalam sesi tanya jawab virtual bersama media termasuk The Verge, pendiri Anduril Palmer Luckey bersama Kepala Eksekutif Qualcomm Cristiano Amon menjelaskan bahwa motivasi proyek ini adalah menjaga aliran dana di dalam negeri, menciptakan lapangan kerja domestik, menekan ketergantungan ekonomi serta teknologi terhadap negara lain, dan mengurangi kerentanan keamanan nasional.

Ketika ditanya mengenai persentase komponen laptop BlueChip yang akan dibuat di Amerika Serikat saat peluncurannya pada 2027, Palmer Luckey menyatakan bahwa hal tersebut masih belum ditentukan. Komponen yang diproyeksikan buatan lokal sejak awal meliputi kaca layar, bingkai layar, serta sebagian komponen pita. Menurutnya, produk yang dikirimkan kemungkinan besar belum sepenuhnya seratus persen berasal dari Amerika Serikat dan berada di bawah ambang batas enam puluh lima persen yang diisyaratkan oleh aturan pengadaan federal.

Terkait sektor pemrosesan, Kepala Eksekutif Qualcomm Cristiano Amon menyampaikan kepada The Verge bahwa perusahaannya berniat memproduksi prosesor untuk laptop tersebut di fasilitas TSMC Arizona. Saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai nilai investasi yang digelontorkan, perwakilan komunikasi Qualcomm Yelena Tebcherani menyatakan belum ada rincian tambahan yang dapat dibagikan.

Sasaran Pasar dan Rencana Perluasan

Militer Amerika Serikat diposisikan sebagai calon pelanggan pertama untuk laptop BlueChip, mengikuti pola produk wahana nirawak buatan Anduril. Prototipe perangkat tersebut dirancang tangguh untuk kebutuhan personel militer dan dilengkapi pegangan mirip tali senapan agar mudah dibawa berpindah tempat, serta mendukung sistem operasi Windows atau dua varian Linux yang belum diungkapkan.

Pendanaan untuk proyek BlueChip sepenuhnya berasal dari Anduril dan Qualcomm tanpa melibatkan subsidi pemerintah. Pemilihan sektor militer sebagai langkah awal diambil untuk melayani pengguna dengan standar keamanan perangkat dan perangkat lunak paling ketat, sekaligus mengejar kontrak pemerintah bernilai besar.

Setelah sektor pertahanan dan pemerintahan, target berikutnya dari Anduril adalah petugas darurat serta keselamatan publik, sebelum akhirnya merambah pasar konsumen umum yang berada di prioritas terbawah. Palmer Luckey menuturkan bahwa skenario terburuk dari proyek ini adalah produk tersebut menjadi laptop bervolume rendah untuk industri kritikal dan kebutuhan instansi pemerintah yang sangat mendesak perangkat semacam itu.

Mungkin Anda Suka