Di tengah tekanan lonjakan permintaan kecerdasan buatan terhadap kapasitas komputasi, Nvidia turut serta memberikan pendanaan kepada startup asal India, Simplismart. Perusahaan rintisan ini meraih kucuran dana sebesar $14 juta dalam putaran pendanaan Seri B yang dipimpin oleh Dallas Venture Capital serta diikuti oleh Nvidia, Accel, Shastra VC, dan Micromax.
Pendanaan dan Valuasi
Investasi baru ini mendongkrak valuasi startup yang sudah berjalan selama empat tahun tersebut menjadi sekitar $100 juta. Simplismart memanfaatkan teknologi perangkat lunak untuk membantu korporasi menjalankan model kecerdasan buatan secara lebih efisien dan dalam kasus tertentu memakai lebih sedikit unit pengolah grafis atau GPU.
Perangkat lunak buatan Simplismart beroperasi di antara model kecerdasan buatan dan infrastruktur komputasi untuk mengatur penyebaran serta pengelolaan sesuai spesifikasi pelanggan. Menurut penjelasan CEO dan salah satu pendiri Simplismart, Amritanshu Jain, seperti dilaporkan TechCrunch, perusahaannya mampu mengoptimalkan kecepatan respons model, volume penanganan permintaan, hingga konsumsi daya komputasi agar pemanfaatan perangkat keras GPU menjadi lebih maksimal.
Layanan dan Integrasi Teknologi
Startup yang berbasis di Bengaluru ini menyediakan platform mandiri maupun integrasi langsung ke dalam infrastruktur cloud serta lokal milik pelanggan. Selain itu, Simplismart menawarkan fasilitas penyetelan model, pengaturan sumber daya komputasi otomatis, serta pemantauan kinerja, termasuk membantu penyedia layanan cloud lokal seperti Yotta untuk mengoperasikan layanan inferensi AI serverless.
Dalam kerja sama teknis, Amritanshu Jain kepada TechCrunch mengatakan bahwa Nvidia bekerja sama dengan Simplismart untuk integrasi perangkat lunak inferensi Dynamo. Kolaborasi ini melibatkan insinyur kedua pihak, sementara Nvidia juga membantu memperkenalkan startup tersebut kepada calon mitra serta pelanggan potensial.
Persaingan dan Rencana Ekspansi
Meskipun mendukung perangkat lunak yang bisa mengurangi penggunaan GPU, Amritanshu Jain menilai langkah ini justru menguntungkan Nvidia karena mendongkrak daya tarik perangkat keras dan memperluas adopsi kecerdasan buatan. Simplismart saat ini bersaing di pasar perangkat lunak inferensi AI yang padat dengan pemain besar seperti Amazon Web Services, Google Cloud, Microsoft Azure, serta penawaran dari Nvidia sendiri.
Simplismart mencatatkan pertumbuhan pendapatan tahunan berulang dengan kenaikan hingga 14 kali lipat dalam kurun waktu enam bulan terakhir mencapai angka delapan digit, di mana lebih dari separuh pendapatannya berasal dari Amerika Serikat. Didirikan pada 2022 oleh Amritanshu Jain dan Devansh Ghatak yang kini memiliki 58 pegawai, Simplismart akan mengalokasikan dana segar tersebut untuk memperluas pasar di Amerika Serikat, menambah personel tim, serta mengembangkan perangkat lunak inferensinya lebih lanjut.






