Harry Kane resmi dinobatkan sebagai pemenang Ballon d’Or 2026. Striker Bayern Munchen sekaligus kapten Timnas Inggris itu akhirnya meraih penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola, mengungguli persaingan dengan Lamine Yamal dan Kylian Mbappe.
Kemenangan Kane diumumkan dalam malam penghargaan Ballon d’Or 2026 yang berlangsung di London, Inggris, Senin (26/10/2026) waktu setempat. Keberhasilan ini sekaligus mengakhiri penantian 25 tahun Inggris untuk kembali memiliki pemain yang memenangkan Ballon d’Or.
Hasil tersebut langsung menjadi bahan perbincangan di kalangan penggemar sepak bola. Persaingan Kane dengan Yamal dan Mbappe sebelumnya memang menjadi salah satu topik hangat menjelang pengumuman pemenang.
Reaksi Netizen Terkait Kemenangan Kane
Kemenangan Harry Kane menjadi perhatian karena dua pesaingnya, Lamine Yamal dan Kylian Mbappe, memiliki basis penggemar yang besar di media sosial.
Yamal yang baru berusia 19 tahun menjadi salah satu kandidat kuat setelah penampilan impresifnya bersama Barcelona dan Timnas Spanyol. Sementara itu, Mbappe juga tampil tajam bersama Real Madrid dan Timnas Prancis.
Kemenangan Harry Kane mendapat banyak pujian dari netizen. Mereka menilai kapten Timnas Inggris itu layak meraih Ballon d’Or 2026 berkat penampilan gemilangnya sepanjang musim.
Tak sedikit pula yang mengaku bersyukur penghargaan bergengsi tersebut jatuh ke tangan Kane, bukan Lamine Yamal atau Kylian Mbappe. Sejumlah netizen memberikan berbagai tanggapan, seperti sindiran dari akun @idextratime yang menyoroti aktivitas media sosial dua kandidat lainnya, hingga penilaian soal minimnya trofi dari akun @akupintukamar.
Sejumlah pengguna media sosial lainnya juga menilai bahwa Yamal masih memiliki waktu yang panjang untuk berkembang dan dikhawatirkan mengalami sindrom bintang jika langsung meraih penghargaan tersebut.
Perjalanan Harry Kane Menuju Ballon d’Or 2026
Kemenangan Kane bukan tanpa alasan. Penyerang berusia 33 tahun tersebut menjalani salah satu musim terbaik sepanjang kariernya bersama Bayern Munchen.
Sepanjang musim 2025/2026, Kane mencetak 61 gol dari 51 pertandingan di seluruh kompetisi bersama Bayern. Rinciannya, 36 gol di Bundesliga, 14 gol di Liga Champions, 10 gol di DFB-Pokal, dan satu gol di Franz Beckenbauer Supercup.
Ketajamannya membantu Bayern Munchen meraih tiga trofi domestik sekaligus mengantarkan Kane memenangkan Sepatu Emas Eropa untuk kedua kalinya. Tidak hanya bersinar di level klub, mantan striker Tottenham Hotspur itu juga mencetak 12 gol bersama Timnas Inggris, sehingga total mengoleksi 73 gol untuk klub dan negara sepanjang musim tersebut.
Catatan tersebut menjadi salah satu alasan kuat mengapa Kane layak bersaing dengan Yamal dan Mbappe dalam perebutan Ballon d’Or 2026, sekaligus mencatat sejarah sebagai pemain Inggris pertama yang meraihnya sejak Michael Owen pada 2001.








