Daftar Isi
Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo mencatat bahwa hampir separuh atau 48 persen masyarakat yang memperoleh akses kredit pertama melalui Kredivo merupakan perempuan. Peningkatan jumlah pengakses kredit pertama ini melonjak hingga 10 kali lipat dibandingkan tahun 2019.
Tantangan Akses Kredit dan Peran Kredit Digital
Berdasarkan laporan World Bank pada 2020, sekitar 60 persen usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia dimiliki oleh perempuan, namun mereka masih menghadapi berbagai hambatan dalam mengakses pembiayaan. Tantangan tersebut meliputi keterbatasan agunan, riwayat kredit, hingga bukti pendapatan. Kehadiran layanan kredit digital seperti PayLater menjadi alternatif pembiayaan yang semakin mudah dijangkau untuk membantu perempuan mengembangkan usaha dan membangun kemandirian finansial.
Sejalan dengan momentum Bulan Inklusi Keuangan yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan, Kredivo berkomitmen mendorong akses keuangan yang setara. Chief Marketing Officer Kredivo, Indina Andamari, menyatakan bahwa inklusi keuangan harus memberikan kesempatan yang sama bagi laki-laki maupun perempuan dalam mengakses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.
“Karena itu, kami ingin memastikan semakin banyak perempuan tidak hanya terjangkau layanan kredit, tetapi juga dapat memanfaatkannya secara produktif dan bertanggung jawab,” ujar Indina dalam keterangan resmi yang dilaporkan CNBC Indonesia pada Senin (26/10/2026).
Peningkatan Penggunaan Kredit Produktif
Perluasan akses ini berjalan seiring dengan meningkatnya pemanfaatan pembiayaan untuk kegiatan produktif. Pada 2025, sebanyak 54 persen kredit yang disalurkan Kredivo digunakan untuk kebutuhan produktif, dengan jumlah pengguna yang mengakses kredit sebagai modal usaha meningkat hingga 15 kali lipat dibanding 2019. Hampir separuh dari penerima kredit usaha tersebut merupakan perempuan.
Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Pelatihan Lembaga Demografi FEB UI, Paksi Walandouw, menjelaskan bahwa temuan penelitian ini menunjukkan indikasi positif bagi inklusi keuangan. Akses terhadap sumber daya ekonomi dinilai dapat memengaruhi posisi tawar perempuan di dalam keluarga maupun dalam aktivitas ekonomi yang lebih luas.
“Dari perspektif demografi, dampak inklusi keuangan tidak hanya dilihat dari terbukanya akses pembiayaan, tetapi juga dari bagaimana akses tersebut mendukung kapasitas perempuan dalam mengelola sumber daya, menentukan pilihan ekonomi, dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan secara lebih mandiri,” tutur Paksi.
Literasi Keuangan dan Responsible Lending
Untuk memastikan dampak positif dari inklusi keuangan, Kredivo menerapkan prinsip responsible lending serta menjalankan berbagai inisiatif edukasi seperti Generasi Djempolan, Kredinspirasi, #AutoMikir, #AndaiAndaPandai, dan KrediCast. Berdasarkan laporan yang sama, sebanyak 65,7 persen pengguna Kredivo tercatat well-literate secara finansial.
“Semakin luas akses yang terbuka, semakin penting memastikan pertumbuhannya tetap sehat. Karena itu, perluasan inklusi perlu berjalan beriringan dengan literasi keuangan dan penerapan responsible lending, agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap kredit, tetapi juga mampu menggunakannya secara bijak sesuai kebutuhan dan kemampuan finansialnya,” tutup Indina.








