Daftar Isi
Pasar komputer pribadi atau PC global menghadapi hantaman berat setelah pengiriman sepanjang kuartal III 2026 merosot tajam. Berdasarkan riset terbaru dari Counterpoint Research yang dilaporkan CNBC Indonesia, volume pengiriman global anjlok hingga 21 persen secara tahunan menjadi 57 juta unit.
Faktor Pemicu Anjloknya Pasar Komputer
Penurunan volume pengiriman juga terjadi secara kuartalan dengan kejatuhan mencapai 13,8 persen. Lonjakan harga komponen utama seperti memori menjadi pemicu utama kejatuhan ini, yang memaksa pabrikan menaikkan harga jual sehingga melemahkan daya beli masyarakat.
Permintaan dari sektor konsumen individual mengalami mati suri akibat banderol harga yang semakin mahal membuat pembeli enggan mengganti perangkat lama mereka. Meskipun segmen korporasi sempat bertahan lewat peremajaan perangkat dan migrasi ke sistem operasi Windows terbaru, kontribusinya belum mampu menyelamatkan pasar dari kontraksi.
Situasi pada kuartal III 2026 ini kian terlihat parah akibat efek pembanding yang tinggi atau high base effect dari tahun sebelumnya. Pada periode yang sama tahun lalu, pasar sempat melonjak tinggi karena aksi borong konsumen sebelum berakhirnya dukungan untuk Windows 10 serta penyesuaian inventaris akibat bea masuk.
Kinerja Raksasa Teknologi Dunia
Tekanan pasar turut menyeret kinerja hampir seluruh produsen komputer terbesar di dunia dengan tingkat penurunan yang bervariasi.
Lenovo mempertahankan posisi puncak dengan pengiriman sebanyak 15 juta unit dan menguasai pangsa pasar sebesar 26,3 persen, kendati pengirimannya mengalami koreksi 23 persen secara tahunan. Penurunan paling drastis dicatatkan oleh HP di antara lima vendor utama dunia, di mana pengirimannya ambrol 31 persen menjadi 10,3 juta unit dengan pangsa pasar 18,1 persen.
Dell berada di peringkat ketiga dengan mengirimkan 7,6 juta unit atau turun 25 persen secara tahunan, menunjukkan bahwa segmen bisnis yang biasanya tangguh pun gagal terhindar dari krisis. Sementara itu, Apple menunjukkan ketahanan lebih baik berkat peluncuran MacBook Neo yang membuat pengirimannya hanya terkoreksi 11 persen menjadi 5,6 juta unit dengan pangsa pasar naik ke 9,8 persen.
ASUS menjadi vendor paling tangguh di tengah krisis karena pengirimannya hanya turun 7 persen secara tahunan menjadi 5,2 juta unit, sekaligus mendongkrak pangsa pasar menjadi 9,2 persen. Kelima pabrikan utama tersebut secara keseluruhan menguasai 76,7 persen dari total pasar PC dunia.
Proyeksi Suram Industri Komputer
Mahalnya biaya komponen membuat para vendor lebih memprioritaskan lini produk mahal untuk menyerap inflasi, sehingga pilihan perangkat murah menjadi langka di pasaran. Kondisi ini membuat masyarakat kelas menengah ke bawah semakin kesulitan untuk membeli komputer baru.
Analis Senior Counterpoint, Minsoo Kang, menyatakan bahwa industri komputer global sedang menghadapi tekanan yang sangat ekstrem. Kenaikan harga sistem memaksa konsumen menunda pembelian perangkat baru, sementara para pemimpin pasar harus berjuang keras mempertahankan momentum pengiriman.
Tekanan terhadap industri ini diprediksi masih akan berlanjut dalam waktu dekat dengan proyeksi penurunan pengiriman global pada kuartal IV 2026 yang bisa merosot lebih dalam hingga 27 persen secara tahunan. Memasuki tahun 2027, pasar komputer secara keseluruhan diperkirakan hanya akan bergerak stagnan tanpa adanya pertumbuhan yang berarti.






