PENDIDIKAN

PT KAI Rangkum 10 Terowongan Kereta Api Bersejarah di Indonesia

PT KAI Rangkum 10 Terowongan Kereta Api Bersejarah di Indonesia

Puluhan terowongan kereta api bersejarah berdiri kokoh di perbukitan Jawa dan Sumatra sebagai saksi bisu lahirnya transportasi modern sejak akhir abad ke-19. PT Kereta Api Indonesia (Persero) merangkum sepuluh terowongan legendaris yang menggambarkan tantangan geografis ekstrem saat jaringan rel pertama kali dibentangkan di tanah air seperti dilaporkan Liputan6.com Bisnis.

Nilai Edukasi dan Sejarah Infrastruktur

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa terowongan-terowongan bersejarah tersebut menyimpan nilai pendidikan yang sangat penting untuk diperkenalkan kepada masyarakat luas. Keberadaannya menggambarkan perkembangan teknik konstruksi masa lampau sekaligus menunjukkan pengaruh kondisi geografis Indonesia terhadap pembangunan jaringan jalur kereta api.

“Terowongan bersejarah memiliki nilai edukasi yang penting untuk dikenalkan kepada masyarakat. Keberadaannya menggambarkan perkembangan teknik konstruksi pada masa lalu sekaligus memperlihatkan bagaimana kondisi geografis Indonesia memengaruhi pembangunan jaringan kereta api,” ujar Anne dikutip laman resmi KAI, Minggu (25/10/2026).

Daftar Sepuluh Terowongan Kereta Bersejarah

Deretan terowongan bersejarah di Pulau Jawa yang dibor menembus tebing perbukitan meliputi Terowongan Lampegan di Jawa Barat yang dibangun pada 1879 hingga 1882 dengan panjang 686 meter dan memegang predikat tertua. Selanjutnya terdapat Terowongan Ijo Lama di Kebumen, Jawa Tengah, sepanjang 580 meter yang dibangun pada 1885 sampai 1886 sebagai simpul vital jalur selatan.

Di lintas Jember–Banyuwangi, Jawa Timur, terdapat Terowongan Garahan sepanjang 113 meter dan Terowongan Mrawan sepanjang 690 meter yang dibangun pada 1901 hingga 1902 dengan cara digali dari dua sisi bukit sekaligus. Sementara itu, wilayah Sumatra Barat memiliki Terowongan Lembah Anai I sepanjang 100 meter serta Terowongan Lembah Anai II sepanjang 200 meter yang dibangun pada 1890 sampai 1891 dengan penerapan teknologi rel bergigi akibat medan yang sangat terjal.

Jalur Sumatra juga mencakup Terowongan Kupitan sepanjang 600 meter pada lintas Muara Kalaban–Padang Sibusuk yang dibangun tahun 1892 hingga 1894. Di lintas Sawahlunto–Muara Kalaban berdiri Terowongan Lubang Kalam sepanjang 828 meter yang menjadi urat nadi pengangkutan batu bara Ombilin menuju Pelabuhan Teluk Bayur untuk pasar internasional, di mana kawasan ini kini ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO.

Kembali ke Jawa Barat, terdapat Terowongan Sasaksaat sepanjang 949 meter di lintas Purwakarta–Padalarang yang dibangun pada 1902 sampai 1903 secara manual tanpa bahan peledak dan dibantu penerangan dinamo listrik. Terakhir, Terowongan Batulawang di Jawa Barat sepanjang 281,5 meter yang dibangun pada 1914 sempat menjadi jalur penting penghubung kawasan selatan dengan jaringan transportasi nasional.

Pembangunan berbagai terowongan di Indonesia tersebut berlangsung sejajar dengan era keemasan rekayasa teknik dunia seperti Terowongan Gotthard di Swiss dan Terowongan Simplon. Memasuki usia 159 tahun perkeretaapian Indonesia pada 2026, Anne Purba menekankan pentingnya merawat museum serta arsip sejarah agar masyarakat terus mengambil pelajaran lintas bidang dari mahakarya infrastruktur tersebut.

Mungkin Anda Suka