Hasil jajak pendapat pekan lalu menunjukkan bahwa OnePlus 16 memiliki potensi besar untuk menjadi produk yang sukses di pasar global, seandainya perusahaan tersebut tidak menarik diri dari sebagian besar wilayah pemasaran. Merek OnePlus terbukti masih memiliki daya tarik yang kuat serta penawaran nilai yang kompetitif, meskipun harga perangkat ini mengalami kenaikan dibandingkan generasi sebelumnya, sebagaimana tren harga ponsel pintar baru saat ini.
Minat Impor dan Pasar Internasional
Tingginya kualitas yang ditawarkan pada OnePlus 16 membuat sejumlah pemilih dalam jajak pendapat mempertimbangkan opsi untuk mengimpor perangkat tersebut secara mandiri. Sementara itu, konsumen di India yang menjadi satu-satunya negara di luar Tiongkok yang mendapatkan peluncuran resmi juga menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap ponsel ini.
Kelompok pemilih terbesar yang mencakup hampir sepertiga responden menyatakan minat yang besar terhadap perangkat tersebut, namun terkendala kerumitan proses impor dari luar negeri. Kehadiran seri Oppo Find X10 di pasaran ternyata tidak menyurutkan minat konsumen terhadap keunggulan yang ditawarkan oleh OnePlus 16.
Faktor Harga dan Reaksi Pasar
Dari segi banderol, perangkat ini dipasarkan dengan angka yang cukup tinggi. Meskipun kepastian harga resmi untuk wilayah India belum diumumkan, model dasar dengan kapasitas RAM 12GB dan penyimpanan 256GB dijual seharga CNY 6.000, yang tercatat lebih mahal dibanding model tertinggi OnePlus 15 tahun lalu berkapasitas 16GB dan 1TB seharga CNY 5.400.
Kendati demikian, hanya sekitar 12 persen responden yang menilai bahwa penetapan harga tersebut tidak masuk akal. Angka tersebut sebanding dengan jumlah konsumen yang memilih melirik merek ponsel unggulan lainnya.
Situasi ini dinilai sudah terlambat untuk mengubah arah kebijakan dan mengembalikan OnePlus ke panggung global. Kondisi tersebut kini menyisakan Oppo sebagai merek yang diposisikan lebih premium dan mahal, serta Realme yang tercatat tidak meluncurkan ponsel papan atas seri GT pada tahun ini, untuk mengisi kekosongan pasar tersebut.
Sumber: GSMArena.com - Latest articles








