KEUANGAN

OJK Ingatkan Risiko Konsumen Seiring Paylater dan Pinjol Melesat

OJK Ingatkan Risiko Konsumen Seiring Paylater dan Pinjol Melesat

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat untuk mengedepankan prinsip kehati-hatian di tengah makin mudahnya akses pembiayaan digital. Kemudahan teknologi finansial tersebut dinilai harus berjalan selaras dengan pemahaman risiko serta kemampuan membayar dari para konsumen.

Pentingnya Literasi dan Teknologi Pembiayaan

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menegaskan pentingnya keseimbangan antara kemudahan akses dan tingkat literasi masyarakat.

“Kemudahan akses pembiayaan digital harus diimbangi dengan literasi yang memadai, pemahaman risiko, serta kemampuan memenuhi kewajiban agar manfaat teknologi keuangan dapat dirasakan secara optimal dan berkelanjutan,” kata Agusman dikutip Antara, Minggu (25/10/2026).

Ia menambahkan, transformasi teknologi telah merevolusi kecepatan proses pengajuan pinjaman secara drastis dibandingkan mekanisme konvensional.

“Pembiayaan digital memungkinkan proses yang sebelumnya membutuhkan waktu berbulan-bulan menjadi hitungan detik melalui pemanfaatan teknologi, artificial intelligence (kecerdasan buatan) dan machine learning dalam analisis kelayakan pembiayaan,” jelas Agusman.

Dorongan UMKM dan Lonjakan Kinerja Pembiayaan

Menurut Agusman, layanan pembiayaan berbasis digital memegang peran strategis dalam memperluas inklusi keuangan, khususnya bagi sektor produktif serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kemudahan pendanaan ini menjadi modal penting untuk mendongkrak produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional secara merata.

“Ketika akses keuangan konvensional sulit menjangkau seluruh lapisan masyarakat, pembiayaan digital hadir untuk memperluas akses keuangan, sepanjang tersedia konektivitas dan infrastruktur digital,” terangnya.

Potensi besar sektor ini terekam dalam lonjakan data kinerja hingga Agustus 2026. Baki debet layanan buy now pay later (BNPL) yang disalurkan perusahaan pembiayaan melesat 36,57 persen secara tahunan mencapai Rp13,61 triliun, yang tersebar di 27,71 juta rekening.

Di saat bersamaan, outstanding pembiayaan pinjaman daring juga melambung 22,07 persen menjadi Rp106,94 triliun. Layanan ini mencatatkan total 189,77 juta akun pengguna, yang terdiri dari 3,02 juta pemberi pinjaman dan 186,75 juta penerima pinjaman.

Guna mengimbangi pesatnya pertumbuhan industri tersebut, Agusman menekankan krusialnya penerapan tata kelola yang bersih serta skema perlindungan konsumen yang tangguh dengan komitmen OJK memperketat pengawasan demi memitigasi potensi ancaman penipuan, penyalahgunaan data pribadi, dan kerugian konsumen.

Mungkin Anda Suka