UMUM

NASA Targetkan Pendaratan Manusia Kembali di Bulan pada 2028

NASA Targetkan Pendaratan Manusia Kembali di Bulan pada 2028

Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) mengumumkan rencana pendaratan antariksawan kembali ke satelit bumi pada 2028. Guna mewujudkan misi tersebut, NASA menggandeng perusahaan swasta milik Elon Musk yaitu SpaceX serta Blue Origin yang dimiliki oleh Jeff Bezos.

Kerja Sama dan Konsep Operasi

Menurut laporan CNN Indonesia, kolaborasi tersebut sejauh ini telah menyederhanakan desain serta mengubah konsep operasi untuk wahana pendaratan berawak ke bulan. Pemimpin NASA, Jared Isaacman, menyatakan lewat siaran pers resmi lembaga bahwa misi bernama Artemis IV ini tidak hanya bertujuan mengembalikan manusia ke bulan, tetapi juga mendirikan pangkalan di sana.

“Kami sedang melaksanakan Kebijakan Antariksa Nasional Presiden Trump untuk menyelesaikan kembalinya astronot Amerika ke permukaan bulan yang telah lama ditunggu-tunggu pada 2028 nanti, dan mendirikan Pangkalan Bulan,” kata Isaacman pada Jumat (23/10).

Isaacman memastikan bahwa NASA proaktif dalam kerja sama bersama Blue Origin dan SpaceX. Ia mengingatkan kembali kesuksesan misi pendaratan pertama manusia ke bulan melalui program Apollo pada era 1960 hingga 1970-an.

“Kami telah memiliki dasar yang terbukti dalam SLS [Space Launch System] dan Orion, dengan dua wahana pendarat bulan yang sedang dikembangkan bersama Blue Origin dan SpaceX. Tetapi NASA tidak berniat untuk berdiam diri sementara semua bagian disatukan,” ujar dia. “Bukan seperti itu cara Apollo berhasil, dan bukan seperti itu cara mencapai hal yang hampir mustahil.”

“NASA bersemangat, kemampuan inti kami sedang dibangun kembali, bengkel mesin kami beroperasi 24/7 (24 jam sehari dan 7 hari sepekan), dan para ahli kami berada di lapangan untuk menangani jalur kritis. Kami sedang membangun tim kaliber Super Bowl untuk mencapai tujuan ini dengan aman dan semua yang akan datang selanjutnya,” tutur Isaacman.

Persiapan Misi dan Skema Pendaratan

Blue Origin dan SpaceX diwajibkan menjalankan misi demonstrasi tanpa awak menggunakan wahana pendaratan berawak sebelum pelaksanaan misi Artemis berawak ke Bulan. Selanjutnya, NASA akan melakukan sertifikasi terhadap sistem wahana pendaratan guna menjamin aspek keselamatan serta keberhasilan misi.

Sebelum para astronot menjejakkan kaki di bulan, perlengkapan pendahulu akan didaratkan terlebih dahulu di sana. Dengan demikian, ketika astronot AS tiba pada 2028, kendaraan penjelajah beserta elemen kehadiran permanen manusia di Bulan sudah siap menunggu mereka.

Para astronot dalam misi berawak pertama ini akan meluncur menggunakan pesawat ruang angkasa Orion milik NASA yang dorong oleh roket SLS dari Pusat Luar Angkasa Kennedy NASA di Florida. Pada setiap misi Artemis, sistem pendaratan manusia komersial akan terhubung dengan Orion guna membawa dua awak menuju permukaan bulan, sementara dua astronot lainnya tetap berada di dalam Orion.

Dalam pendaratan perdana tersebut, NASA menetapkan target waktu setidaknya dua jam bagi para astronot untuk berjalan di permukaan bulan atau moonwalks. Selama durasi itu, mereka juga mendapat tugas mengambil sampel dari permukaan bulan.

Rangkaian misi Artemis ini terlaksana setelah NASA memperbarui kontrak dengan Blue Origin dan SpaceX pada awal tahun terkait sistem pendaratan manusia serta pengiriman kargo besar ke bulan. Upaya membawa kembali manusia ke satelit bumi ini sendiri sudah mulai dijalankan NASA sejak peluncuran roket Artemis 1 pada Rabu (16/11/2022) usai absen sekitar setengah abad.

Mungkin Anda Suka