The Browser Company memutuskan untuk menutup peramban Arc secara resmi pada 22 Desember mendatang. Perusahaan tersebut kini mengalihkan seluruh sumber daya dan fokusnya untuk mengembangkan peramban berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diberi nama Dia.
Peralihan Pengguna ke Peramban Dia
Sebagai langkah transisi, The Browser Company berupaya mengajak para pengguna untuk beralih dari Arc ke peramban Dia. Perusahaan memastikan bahwa seluruh riwayat, kata sandi, ekstensi, dan tetikus penanda (bookmarks) akan dipindahkan secara otomatis ke aplikasi baru tersebut. Selain itu, pihak pengembang juga berupaya menarik minat pengguna yang merasa ragu terhadap teknologi AI dengan menyatakan bahwa fitur-fitur tambahan tersebut bersifat opsional.
Ketika tanggal 22 Desember tiba, peramban Arc akan berhenti beroperasi sepenuhnya dan para pengguna tidak dapat lagi mengakses akun mereka. Peramban tersebut sebelumnya menawarkan kemampuan bagi pengguna untuk melakukan personalisasi pada setiap situs web saat berselancar di internet.
Fitur-Fitur Utama Peramban Dia
Peramban Dia pertama kali diumumkan pada tahun lalu sebagai peramban web standar yang mengandalkan teknologi kecerdasan buatan. Aplikasi ini dilengkapi dengan sebuah bot percakapan (chatbot) yang diklaim mampu memahami konteks dari berbagai tab yang sedang dibuka secara bersamaan.
Peramban tersebut juga memiliki kemampuan untuk merangkum video YouTube dan pesan surel. Setiap harinya, aplikasi ini menyusun ringkasan pagi atau morning brief yang menggabungkan berbagai data dari tautan web, kotak masuk surel, serta kalender pengguna.







