SMARTPHONE

Alasan HP Android Murah Punya Bezel Tebal Jadi Sorotan Tekno

Alasan HP Android Murah Punya Bezel Tebal Jadi Sorotan Tekno
Daftar Isi
  1. Alasan Teknis Bezel Tebal pada HP Android Terjangkau
  2. Bocoran Spesifikasi Oppo Reno X
  3. Penguatan SDM dan Keahlian Digital Hadapi Era AI

Penjelasan teknis mengenai alasan di balik bezel tebal pada ponsel Android kelas terjangkau berhasil menarik perhatian pembaca kanal Tekno Liputan6.com pada Kamis, 22 Oktober 2026. Topik populer lainnya mencakup bocoran spesifikasi Oppo Reno X serta pentingnya peningkatan keahlian digital seiring perkembangan kecerdasan buatan di Indonesia.

Alasan Teknis Bezel Tebal pada HP Android Terjangkau

Banyak ponsel Android kelas menengah ke bawah yang memiliki bingkai layar atau bezel lebih tebal jika dibandingkan dengan perangkat kelas atas atau flagship. Seperti dilaporkan Liputan6.com dari BGR pada Senin, 19 Oktober 2026, kondisi tersebut bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan akibat keterbatasan teknis dalam penggunaan teknologi panel layar.

Perbedaan desain ini terlihat jelas pada perangkat seperti Samsung Galaxy A26 yang bagian bawah layarnya masih mempunyai bingkai lebar meski membawa rancangan modern. Ponsel kelas atas umumnya mengandalkan panel OLED fleksibel yang bagian bawahnya dapat ditekuk untuk menghubungkan layar dengan papan utama.

Sebaliknya, ponsel kategori terjangkau memakai panel OLED kaku ataupun LCD yang memerlukan ruang lebih luas untuk menempatkan konektor di balik bingkai layar. Selain itu, biaya produksi panel fleksibel jauh lebih mahal karena pembuatannya bisa mencapai dua kali lipat dibanding panel biasa.

Bocoran Spesifikasi Oppo Reno X

Perusahaan teknologi Oppo dikabarkan sedang menyiapkan perangkat non-lipat berlayar lebar terbaru yang mengusung baterai berkapasitas besar. Berdasarkan informasi dari pembocor Digital Chat Station yang diwartakan GizmoChina pada Kamis, 22 Oktober 2026, prototipe rekayasa ponsel tersebut akan ditenagai chipset MediaTek Dimensity 9600M.

Perangkat yang diperkirakan bernama Oppo Reno X ini juga dirumorkan membawa dua sensor kamera 200 megapiksel serta mengandalkan sensor Samsung ISOCELL HPE dan HP5 untuk lensa utama serta periskop telefoto. Dari sektor daya, kapasitas baterai perangkat ini dilaporkan meningkat menjadi 8.000 miliamper jam dari sebelumnya 7.000 miliamper jam.

Kapasitas daya tersebut dinilai sangat memadai untuk menunjang layar seluas 6,35 inci dengan rasio 16 banding 9 dan resolusi 2560 kali 1440 piksel. Perusahaan diperkirakan akan memperkenalkan perangkat ini di Tiongkok secara bersamaan dengan ponsel lipat Oppo Find N7 pada kuartal pertama tahun 2027.

Penguatan SDM dan Keahlian Digital Hadapi Era AI

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan berpotensi membuka lapangan pekerjaan baru di Indonesia, namun hal itu harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia. Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah, menyatakan bahwa negara ini perlu berinvestasi pada insinyur kecerdasan buatan, profesional keamanan siber, ilmuwan data, pembuat kebijakan, serta tenaga pendidik.

“Keamanan siber merupakan investasi strategis untuk pertumbuhan dan inovasi,” ujar Edwin dalam acara Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Bali, pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Kesiapan sumber daya manusia menjadi penentu keberhasilan transformasi digital di samping infrastruktur dan teknologi yang ada. Pemerintah menilai program peningkatan keterampilan serta pelatihan ulang sangat dibutuhkan agar para pekerja profesional dapat beradaptasi dengan perubahan kebutuhan industri dalam ekosistem digital nasional.

Mungkin Anda Suka