KEUANGAN

Bank Mandiri Cetak Laba Rp45,5 T pada Kuartal III 2026

Bank Mandiri Cetak Laba Rp45,5 T pada Kuartal III 2026

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp45,5 triliun hingga bulan September 2026. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 20,7 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.

Kinerja Operasional dan Efisiensi

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menjelaskan bahwa capaian tersebut ditopang oleh penyaluran kredit, pertumbuhan transaksi digital, serta perbaikan produktivitas operasional, seperti dilaporkan CNN Indonesia. Dari sisi operasional, biaya operasional secara *bank only* mengalami penurunan 9,03 persen secara tahunan menjadi Rp32,7 triliun hingga September 2026.

Penyusutan biaya tersebut berjalan seiring dengan perbaikan rasio biaya terhadap pendapatan atau *cost to income ratio* (CIR) yang menjadi 36,1 persen, dari sebelumnya 43 persen pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, pendapatan bunga tercatat mencapai Rp97,3 triliun atau tumbuh 7,08 persen secara tahunan, sedangkan pendapatan nonbunga naik 13,8 persen menjadi Rp29,4 triliun.

Pendapatan bunga bersih atau *net interest income* (NII) turut mencatatkan pertumbuhan 6,2 persen menjadi Rp61,2 triliun, dengan total pendapatan secara *bank only* meningkat 8,54 persen menjadi Rp90,6 triliun. Novita menambahkan bahwa aktivitas transaksi nasabah yang meningkat turut mendongkrak pendapatan perseroan, khususnya dari layanan berbasis komisi atau *fee-based income*.

“Kami terus memperkuat layanan untuk memenuhi lebih banyak kebutuhan transaksi nasabah. Pada saat yang sama, operasional kami juga semakin efisien. Kombinasi ini yang terus kami perkuat agar pertumbuhan laba tetap terjaga,” ujar Novita dalam Paparan Kinerja Bank Mandiri Kuartal III 2026, Jumat (23/10).

Penyaluran Kredit dan Kualitas Aset

Penyaluran kredit Bank Mandiri secara *bank only* mencapai Rp1.605,8 triliun per September 2026, yang mengalami pertumbuhan 16 persen secara tahunan. Di samping itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) berada di angka Rp1.750,2 triliun atau meningkat sebesar 17,7 persen.

Total aset perseroan hingga akhir kuartal III 2026 menyentuh Rp2.404,1 triliun, mengalami kenaikan 20,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari segi kualitas kredit, rasio kredit bermasalah atau *non-performing loan* (NPL) bruto secara *bank only* berada di level 0,98 persen, membaik dari posisi 1,03 persen pada September tahun lalu, dengan rasio pencadangan atau *NPL coverage ratio* mencapai 243 persen.

Mungkin Anda Suka