Daftar Isi
Kerentanan serius yang tersembunyi selama lebih dari satu dekade dalam teknologi pendukung internet akhirnya terungkap berkat kecerdasan buatan (AI). Temuan ini memicu peringatan keamanan siber global setelah para peneliti mendapati platform yang menggunakan bahasa pemrograman PHP berisiko menghadapi potensi peretasan.
Mengenal PHP dan Perannya di Internet
PHP adalah bahasa pemrograman sisi peladen (*back-end*) sumber terbuka yang berjalan di peladen web. Dikembangkan pada awal dekade 1990-an untuk menyajikan halaman web dinamis, PHP hingga kini masih menopang berbagai platform populer termasuk Wikipedia, toko daring, dan sistem manajemen konten WordPress.
Menurut firma keamanan siber Wiz, PHP digunakan untuk menggerakkan sekitar 70 persen situs web di seluruh dunia. Bahasa pemrograman ini dipelihara oleh organisasi nirlaba bernama PHP Foundation yang terdiri dari berbagai individu dan perusahaan.
Celah Keamanan Berbahaya
Sekelompok peneliti dan organisasi keamanan siber mengungkap dua kerentanan dalam PHP yang berdampak pada versi-versi yang dirilis selama sepuluh tahun terakhir. Kedua kutu teknis tersebut diberi identitas CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619, dengan tingkat keparahan mencapai 9,2 dari skala 10.
Peneliti dari Calif, Ryan Austin, menyatakan kepada BBC bahwa temuan ini merupakan kerentanan paling serius yang pernah ia temukan sepanjang kariernya. Sementara itu, Wiz menyampaikan melalui sebuah blog bahwa peretas dapat memanfaatkan celah tersebut untuk mengambil alih peladen web yang terdampak serta mencuri data sensitif.
Kepala Eksekutif Gorilla Cyber Security, Paul Spain, mengatakan kepada BBC bahwa kecerdasan buatan dapat membuat serangan semacam ini menjadi lebih mudah dan cepat, serta memperkirakan jutaan situs web terdampak masalah ini. Peneliti keamanan siber Jill Slay dari University of Adelaide menilai situasi ini akan menjadi bencana besar apabila pihak-pihak tidak bertanggung jawab mempersenjatai celah tersebut untuk merampas data pribadi.
Dampak Global dan Situs yang Terdampak
Peringatan yang dirilis pada 21 Oktober lalu mengganggu berbagai layanan di seluruh dunia, mulai dari platform permainan, portal pemerintah, hingga forum daring. Wikimedia mengambil tindakan pencegahan dengan menutup sejumlah sistem, sementara pemerintah Finlandia, dewan Edinburgh, beberapa halaman BBC, serta badan siber Belanda turut menarik situs web mereka.
Pemerintah Britania Raya mengungkapkan bahwa 32 situs web telah diturunkan sebagai tindakan pencegahan, meskipun tidak ada layanan publik berskala besar yang terdampak. Perusahaan telekomunikasi Prancis, Orange, menghentikan akses ke layanan tertentu secara global untuk menerapkan perbaikan keamanan.
Di Jepang, operator telekomunikasi SoftBank Corp menangguhkan sementara peringatan darurat untuk gempa bumi dan tsunami. Menurut surat kabar Mainichi, para pelanggan diimbau mencari cara lain untuk memperoleh informasi bencana alam karena peringatan ponsel tidak akan berbunyi bahkan saat terjadi gempa kuat.
Tanggapan dan Upaya Penanganan
PHP Foundation merilis perangkat perbaikan pada hari Rabu guna mengatasi kerentanan tersebut. Badan keamanan nasional Amerika Serikat, NSA, menyarankan seluruh organisasi yang menggunakan PHP agar segera mematikan sistem mereka apabila tidak dapat langsung memasang tambalan keamanan.
Raksasa perdagangan elektronik Amazon menyatakan bahwa mereka sempat menjadi sasaran dalam beberapa percobaan serangan sebelum pengungkapan publik, namun situs web mereka tetap beroperasi normal. Pimpinan perusahaan infrastruktur internet Cloudflare, Matthew Prince, mencatat lonjakan percobaan eksploitasi dari ribuan upaya menjadi jutaan kali setelah pengumuman resmi dirilis.
Peran Kecerdasan Buatan dalam Penemuan Celah
Para peneliti dari Calif dan Wiz memanfaatkan perangkat AI tingkat lanjut buatan pengembang ChatGPT, OpenAI, yang mampu menganalisis kode dan mendeteksi kelemahan jauh lebih cepat dibandingkan manusia atau sistem lama. Kebocoran rincian penemuan ini secara daring memaksa para pengembang platform PHP untuk segera mengumumkan celah keamanan tersebut ke publik.
OpenAI menyatakan bahwa insiden ini menyoroti bagaimana kecerdasan buatan dapat menyingkap kerentanan keamanan sekaligus membantu para penyerang mengembangkan perangkat ofensif dengan cepat. Ryan Ko dari Cyber Research Centre University of Queensland menyebutkan bahwa banyak kelemahan berasal dari perangkat lunak masa lalu yang dibangun demi fungsionalitas tanpa memprioritaskan keamanan.
Langkah Perlindungan untuk Pengguna
Permasalahan ini berpusat pada proses pengembangan web di balik layar yang tidak terlihat oleh pengguna umum, sehingga sebagian besar masyarakat tidak perlu mengambil tindakan apa pun. Namun, pemilik situs web dan pengelola infrastruktur yang menggunakan PHP diimbau segera mengamankan platform dengan memperbarui ke versi terbaru.
Peretas etis Ken Munro mengibaratkan proses pemasangan pembaruan tersebut seperti menjalankan pembaruan pada sistem operasi Windows. Pusat Keamanan Siber Nasional Britania Raya menyarankan pertimbangan untuk menutup situs web sementara waktu apabila pembaruan atau perlindungan cepat tidak dapat diterapkan.
Sumber: BBC News







