Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri Indonesia Hashim Djojohadikusumo memprediksi nilai tukar rupiah berpotensi menembus level Rp21 ribu per dolar AS. Situasi tersebut dipicu oleh rencana penurunan kelas pasar modal Indonesia oleh lembaga internasional.
Ancaman Penurunan Kelas Pasar Modal
Morgan Stanley Capital International mengumumkan usulan untuk menurunkan kelas pasar modal Indonesia dari status negara berkembang menjadi pasar mandiri atau standalone market. Berdasarkan laporan CNN Indonesia, Hashim menilai situasi ini sebagai masalah yang sangat serius karena berpotensi memicu pelarian modal asing dari pasar domestik.
Menurut Hashim, pelemahan nilai tukar rupiah dapat terjadi akibat keluarnya investasi asing dari bursa saham nasional. Ia menyebutkan angka pelemahan tersebut bisa mencapai kisaran Rp20 ribu hingga Rp21 ribu, bahkan ada yang memperkirakan sampai Rp22 ribu per dolar AS.
Dampak bagi Perekonomian Nasional
Hashim menjelaskan bahwa depresiasi rupiah yang sangat dalam akan membuat beban pembayaran pinjaman luar negeri menjadi jauh lebih mahal. Kondisi tersebut dinilai dapat mendatangkan bencana serta malapetaka bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan.
Ancaman penurunan status tersebut tidak terlepas dari indikasi praktik perdagangan saham yang tidak sehat di pasar keuangan domestik. Hashim secara khusus menyoroti praktik manipulasi harga atau saham gorengan yang menjadi sorotan dunia internasional.
Adik dari Presiden Prabowo Subianto itu menambahkan, saham gorengan umumnya memiliki jumlah saham beredar yang terbatas dengan tingkat rasio harga terhadap laba yang tidak masuk akal. Persoalan ini tidak hanya menjadi perhatian MSCI, melainkan juga memicu kekhawatiran yang mendalam bagi para investor asing.








