UMUM

Listrik Batam Pulih, Bahlil Siapkan Strategi Anti-Pemadaman

Listrik Batam Pulih, Bahlil Siapkan Strategi Anti-Pemadaman

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, memastikan gangguan pemadaman listrik massal di Batam sudah berhasil teratasi. Pemerintah saat ini tengah merumuskan strategi agar insiden pemadaman serupa tidak terulang kembali di berbagai wilayah lain.

Laporan kepada Presiden Prabowo

Kepastian tersebut disampaikan Bahlil saat melaporkan kondisi ketenagalistrikan nasional kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna yang diunggah di saluran YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat (23/10/2026). Dalam keterangannya, Bahlil menyebutkan bahwa masalah listrik di Batam yang sempat mengalami gangguan kini sudah tertangani dengan baik.

Sebelumnya, wilayah Batam sempat mengalami pemadaman listrik total. Setelah melakukan penyelidikan, PT PLN (Persero) mendapati adanya kejanggalan dalam insiden tersebut. Belajar dari peristiwa ini, Bahlil menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memperkuat keandalan pasokan energi secara menyeluruh demi memastikan tidak ada lagi pemadaman bergilir di semua daerah.

Kompensasi Otomatis untuk Pelanggan

Sebagai bentuk tanggung jawab atas pemadaman total yang terjadi pada Senin (12/10/2026), PT PLN Batam memastikan seluruh pelanggan terdampak akan menerima kompensasi yang dipotong langsung pada tagihan listrik November 2026. Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PLN Batam, Raditya Surya Danu, menjelaskan bahwa pemberian kompensasi ini mengacu pada Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan.

PLN Batam menerapkan dua mekanisme kompensasi berdasarkan jenis layanan. Pelanggan reguler akan mendapatkan kompensasi sebesar 10 persen dari biaya beban yang dipotong secara otomatis dalam tagihan November 2026 tanpa perlu mengajukan permohonan. Sementara itu, pelanggan layanan khusus atau B2B menerima kompensasi lebih besar yang berkisar antara 15 persen hingga 25 persen dari total pemakaian listrik sesuai skema kesepakatan bisnis.

Mungkin Anda Suka