Era 1980-an menjadi salah satu periode penting dalam perkembangan industri game ketika para pengembang mulai bereksperimen dengan mekanisme permainan dan konsep cerita yang beragam. Kendati sejumlah judul seperti Super Mario, The Legend of Zelda, Pac-Man, dan Final Fantasy menjadi ikon industri, ada pula game dengan gagasan unik yang kini kurang mendapat perhatian seperti dikutip dari Polygon, Selasa (27/10/2026).
Daftar Game Klasik yang Unik
Daftar tersebut mencakup berbagai genre, mulai dari aksi dan strategi hingga teka-teki serta petualangan fiksi ilmiah yang lahir ketika pengembang aktif mengeksplorasi cara baru untuk menghadirkan tantangan kepada pemain. Beberapa di antaranya mengandalkan perspektif ruang yang tidak biasa, sementara lainnya menawarkan mekanisme di luar pertarungan konvensional.
Ada pula game yang memadukan beberapa genre sekaligus, sehingga pemain tidak hanya berfokus pada satu jenis aktivitas saja. Eksplorasi, pengambilan keputusan, dan pemecahan teka-teki menjadi bagian penting dari pengalaman bermain yang membuat kelima judul ini layak dicoba kembali oleh penggemar sejarah video game.
Lima Game Retro Pilihan
Game pertama adalah Tempest (1981), karya Dave Theurer yang menggunakan arena berbentuk tabung di mana pemain harus menghadapi musuh yang bergerak mendekati posisi mereka melalui jalur arena. Tampilan garis neon dan kendali berupa roda putar menjadi ciri khas permainan ini, yang popularitasnya juga melahirkan versi pembaruan termasuk Tempest 2000.
Kedua, The Lords of Midnight (1984) karya Mike Singleton yang memadukan fantasi, strategi, dan unsur role-playing game (RPG) di mana pemain bisa menjelajahi kerajaan, merekrut anggota kelompok, serta mengumpulkan pasukan untuk melawan raja penyihir yang membawa musim dingin abadi. Perpaduan petualangan dan strategi militer menjadi daya tarik utama game ini.
Ketiga adalah Paradroid (1985) yang menawarkan pendekatan berbeda dalam genre aksi fiksi ilmiah di mana pemain mengendalikan robot di dalam armada pesawat luar angkasa dan menghadapi mesin-mesin musuh. Alih-alih hanya menghancurkan lawan, pemain bisa mengambil alih kendali robot lain melalui teka-teki logika, lalu memanfaatkan kemampuan mesin yang berhasil dikuasai.
Keempat, The Sentinel (1986) karya Geoff Crammond yang menggabungkan strategi dan teka-teki dalam lingkungan tiga dimensi di mana pemain harus mencapai titik tertinggi di peta sambil menghindari pengawasan Sentinel. Untuk berpindah ke posisi yang lebih tinggi, pemain perlu menyerap energi, membuat tubuh klon, dan memindahkan kendali ke tubuh baru.
Kelima adalah Captain Blood (1988) yang mengangkat cerita fiksi ilmiah tentang seorang desainer game yang terjebak dalam ciptaannya sendiri akibat kecelakaan di luar angkasa yang membuatnya terpecah menjadi 30 klon. Ia kemudian memburu klon-klon itu untuk memulihkan dirinya, sambil berkomunikasi dengan berbagai spesies alien menggunakan bahasa universal berbasis ikon.







