Banyak pengguna bersedih atas kepergian peramban Arc setelah perusahaan tersebut diakuisisi dan mengalihkan fokusnya untuk mengembangkan peramban berbasis kecerdasan buatan bernama Dia. Namun, pengguna yang mencari pengganti dapat beralih ke Zen Browser yang menawarkan pengalaman serupa tanpa beban fitur kecerdasan buatan yang membengkak.
Kemiripan Antarmuka dan Kebebasan dari AI
Secara visual, Zen Browser mengadopsi berbagai fitur terbaik dari Arc sehingga tampilannya hampir tidak bisa dibedakan. Peramban ini memiliki situs yang disematkan menyerupai peluncur, bilah tab di sebelah kiri, ruang terisolasi, serta fitur modifikasi untuk menyesuaikan antarmuka sesuai keinginan pengguna. Seperti dilaporkan oleh The Verge, Zen Browser mengambil bagian antarmuka Arc yang terasa segar sekaligus membuang elemen-elemen yang dinilai berlebihan.
Perbedaan paling menonjol adalah Zen Browser tidak menyertakan kecerdasan buatan sama sekali di dalamnya. Pengguna tidak akan menemukan asisten di bilah sisi yang mendesak untuk menangani tugas atau khawatir aktivitas penjelajahan web digunakan untuk melatih model bahasa besar. Zen Browser merupakan proyek sumber terbuka gratis yang mengandalkan relawan dan donasi dengan mengedepankan fitur privasi pengguna.
Fitur Pendukung dan Kendala
Selain menggunakan modifikasi Zen untuk mengubah tampilan tab aktif hingga penanganan video dalam mode gambar dalam gambar, pengguna juga dapat memasang ekstensi Firefox. Zen Browser turut menyediakan fitur tampilan sekilas untuk membuka tautan berupa tab pop-up sementara, serta bilah mengambang yang muncul saat menekan tombol pintas untuk meluncurkan tab baru, berpindah tab, melakukan pencarian, atau memicu ekstensi.
Kendati demikian, peramban ini belum sempurna karena belum bisa memutar konten video yang dilindungi hak digital seperti Netflix, Spotify, HBO, dan Disney+ lantaran masih mengurus lisensi Widevine dari Google. Selain itu, dukungan Web MIDI pada Firefox yang menjadi basis Zen masih terbatas, sehingga pengguna terkadang harus beralih ke peramban lain seperti Chrome untuk kebutuhan tertentu.
Bagi pengguna yang sempat mencoba versi awal Zen dan terganggu oleh banyaknya kutu, pengembang telah melakukan banyak perkembangan pada versi saat ini. Pengguna yang menyukai antarmuka Arc namun tidak menyukai fitur kecerdasan buatan dapat menjadikan Zen sebagai pilihan yang tepat.
Sumber: The Verge








